JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ditagih Uang Komisi Rp 500.000 Sri Setyowati Ditusuk Gunting, Mayatnya Disimpan di Kamar Mandi

pelaku pembunuhan Sri Setyowati, Ashar memperagakan adegan pembuangan jenazah korban di Kalibodri. tribunjateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
pelaku pembunuhan Sri Setyowati, Ashar memperagakan adegan pembuangan jenazah korban di Kalibodri. tribunjateng

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ashar (31) warga perumahan Witjitraland, Langenharjo tega membunuh Sri Setyowati (48) dan membuang jenazahnya ke sungai Kalibodri gara-gara tersinggung ditagih uang komisi bisnis Rp 500.000

Jelas, Ashar bahwa kejadian itu berawal ketika korban datang ke rumahnya pada Rabu (6/2/2019) siang untuk membicarakan masalah jual beli.

Namun selanjutnya korban menyinggung pemasalahan uang sebesar Rp 500.000 komisi dari perjanjian bisnis yang ia lakukan dengan korban beberapa waktu yang lalu.

“Dia menagih uang komisi yang diberikan ke saya untuk menjualkan rumah karena dahulu rumahnya tidak jadi terjual. Bahkan dia mau nagih ke istri saya, saya spontan marah terus menusuk pakai gunting” ujar Ashar seusai memperagakan reka ulang, Senin (18/2/2019) di rumahnya.

Baca Juga :  Kasus Penyerangan Brutal di Solo, Kabidhumas Polda Jateng: Polri Tidak Boleh Kalah Dengan Premanisme!

Setelah dibunuh, korban dipindahkan ke kamar mandi rumah kosong di sebalah rumahnya.

Ashar juga sempat menuangkan kopi dan kapur barus di tubuh korban untuk mengurangi bau busuk yang mulai muncul dari tubuh korban.

Selanjutnya pada Sabtu (16/2/2019) dini hari, untuk menghilangkan jejak, pelaku membuang jenazah korban di Kalibodri.

Jenazah korban dibuang dari atas Jembatan Kalibodri kemudian dirinya pergi menuju rumah kakak pelaku di Semarang.

Yuyun, tetangga depan rumah pelaku mengatakan bahwa pelaku dikenal sebagai pribadi yang tertutup.

Baca Juga :  Tega "Makan" Teman Sendiri, Perempuan asal Arcawinangun Dibekuk Polisi. Begini Modusnya!

Meski demikian pelaku dikenal warga yang ramah dan sering menyapa tetangga jika keluar rumah.

“Dirinya tinggal di sini sendiri, istrinya tinggal bersama orangtuanya, pada Rabu sore dirinya juga sempat shalat berjamaah di masjid,” tambahnya.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho mengatakan bahwa kejadian itu dapat terungkap setelah pelaku ditemani keluarganya menyerahkan diri di Polsek Genuk Semarang untuk mengakui tindakan jahatnya.

“Ini masih kami dalami motifnya, hasil dari visum akan mengungkapkan adakah motif lainnya atau tidak. Semoga jenazah hari ini dapat ditemukan,” pungkasnya.

www.tribunnews.com