loading...
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengurungkan niatnya masuk ke dalam warung makan Sop Senerek di Terminal Lama, Magelang, Rabu (6/2/2019) pagi. Istimewa

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengurungkan niatnya masuk ke dalam warung makan Sop Senerek di Terminal Lama, Magelang, Rabu (6/2/2019) pagi.

Pandangannya tertuju pada seorang pengemis tua yang duduk sendirian di depan warung makan tersebut. Sedianya, Ganjar Pranowo hendak mampir warung dalam perjalannya ke Yogyakarta.

Lalu tanpa sungkan-sungkan, Ganjar pun mendekati si nenek kumal itu dan mengajaknya masuk ke warung makan. Ditawarinya nenek tua itu makan bersama. Tapi nenek yang mengaku bernama Partinah itu menolaknya.

“Mboten pak, kulo mpun sarapan (tidak usah Pak, saya sudah sarapan-red). Nyuwun shodaqohe mawon pak (minta shodaqohnya saja pak-red),” sahut  Partinah.

Ganjar pun semakin penasaran, lalu duduk tepat di samping nenek itu. Nenek itu diajaknya ngobrol santai oleh orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut. Obrolan pun berkisar dari asal muasal si nenek 90 tahun itu hingga mengapa ia sampai menjadi pengemis.

Baca Juga :  Gara-gara Foto Bugil dan Video Mesum, ABG 17 Tahun Diperas Luar Dalam Oleh Kenalan Barunya di FB 

Dalam obrolan itu, Partinah mengaku berasal dari Wonosari Yogyakarta dan sudah tidak punya keluarga lagi. Lantaran usia dan kondisi tubuhnya yang sudah tak kuat lai, ia terpaksa mengemis. Jangankan bekerja, untuk berjalan pun ia kesusahan dan harus menggunakan tongkat.

Loading...

“Kulo rumiyin njih kerja pak (saya dulu bekerja pak-red), nanging  sakniki mpun mboten saget (tapi sekarang sudah tidak bisa kerja-red), sikil kula sakit mboten saget mlampah (kaki saya sakit tidak bisa berjalan-red),” terang Nenek Partinah.

Trenyuh juga Ganjar mendengar kisah nenek Partinah. Ia pun menawari wanita tua itu tempat tinggal. Ia mengajak Partinah pindah di panti sosial milik Pemprov Jateng. Namun lagi-lagi tawaran Ganjar itu pun ditolak. Alasannya, ia sudah pernah tinggal di panti sosial, namun tidak betah.

Baca Juga :  Tertangkap Garap 2 Mahasiswi Hingga Terkapar, Begal Sadis Babak Belur Dimassa Warga

Meski berkali-kali ditolak, Ganjar tak menyerah. Ia tetap berusaha meyakinkan nenek itu agar mau tinggal di panti. Menurutnya, hidup Partinah akan lebih terjamin. Dari tempat tinggal, makan, mandi, pakaian hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Purun njih mbah, mangke teng mrika urip Sampeyan kepenak, mpun cumawis kabeh (mau ya mbah, nanti di panti sosial hidupnya enak, sudah disiapkan semuanya-red)” kata Ganjar.

Meski belum memberikan jawaban pasti, namun raut wajah Nenek  Partinah terkesan menunjukkan persetujuan. Hal itu memendarkan binar-binar harapan.

Akhirnya, Ganjar pun menegaskan, dirinya tetap akan meminta Dinas Sosial untuk membujuk nenek Partinah agar mau tinggal di panti sosial. Ia merasa kasihan, di usianya yang hampir seabad, Partinah masih harus mengemis untuk mendapatkan makan dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Baca Juga :  IAIN Salatita Kini Resmi Punya Mikrotik Academy

“Dalam kondisi semacam ini, negara harus hadir. Kan kasihan nenek sudah tua seperti ini namun harus meminta-minta,” pungkasnya. (lhr)


Loading...