JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geger Pembakaran Misterius Meluas ke Karanganyar. 2 Warung dan 1 Pabrik Ditemukan Ludes Mencurigakan, Salah Satunya Milik Paryono 

Kondisi salah satu warung di Ngunut, Karangpandan, Karanganyar Rabu (6/2/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi salah satu warung di Ngunut, Karangpandan, Karanganyar Rabu (6/2/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Teror pembakaran misterius ditengarai mulai melanda wilayah Karanganyar. Ini menyusul kebakaran beberapa warung di sejumlah wilayah Karanganyar Rabu (6/2/2019) dinihari.

Rentetan pembakaran yang diduga dilakukan secara sengaja itu terjadi di tiga lokasi. Yakni dua warung di wilayah Kecamatan Karangpandan dan satunya lagi di wilayah Kecamatan Karanganyar Kota.

Data yang dihimpun di lapangan, tiga lokasi yang terbakar misterius itu adalah warung soto milik warga Ngunut Rt 02/Rw I Desa Tohkuning, Ngadiyem. Lalu pabrik batako milik Paryono (48) warga Ngringin Rt 02/Rw XI Desa Bangsri, Karangpandan.

Insiden serupa juga merembet ke Karanganyar Kota. Warung angkringan  milik Ngadinem (70) di RT 01/Rw X Kelurahan Gayamdompo, Karanganyar Kota juga dilaporkan hangus terbakar padahal tak ada tanda korsleting atau api tungku.

Menurut keterangan pemilik, kebakaran di warung soto milik Ngadiyem di Tohkuning diperkirakan pukul 00.30 WIB. Salah satu kerabat, Sudarti mengaku mendengar tiga kali ledakan di dalam warung. Saat itu, api sudah berkobar.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Ternyata Sudah Tembus 174. Sebanyak 67 Pasien Dirawat, 134 Sembuh dan 42 Meninggal Dunia

“Kompor gas saya selamatkan dulu. Baru kemudian peralatan dan bahan makanan. Penyebab kebakaran tidak tahu,” ujarnya kepada wartawan.

Ia memastikan bukan korsleting penyebab kebakaran di warungnya.

“Kalau karena korsleting, pasti rumah saya juga mati lampu. Tapi ini tidak,” katanya.

Sementara, cucu Ngadinem bernama Nining Wulandari menceritakan warung neneknya yang terbuat dari bambu itu terbakar pukul 00.30 WIB. Ia mencurigai faktor kesengajaan dalam peristiwa itu.

“Padahal wedangan sudah tutup pukul 17.00 WIB. Mustahil kena api kompor gas. Kami memasak menggunakan tungku kayu. Kukut langsung tungkunya diguyur air. Tetangga lihat kobongan dari loteng, kemudian memberitahu kami. Ada listrik hanya buat menerangi teras depan. Sepertinya bukan korsleting,” urainya.

Baca Juga :  Satu Polisi Positif Covid-19, Kantor Samsat Karanganyar Masih Buka Seperti Biasa. Pihak Samsat dan Polres Enggan Komentar

Ia menuturkan akibat kejadian itu semua  dagangan, perlengkapan masak, bumbu dan mayoritas bangunan. Beruntung kebakaran tak sampai merembet ke lokasi di sekitarnya karena berhasil dipadamkan oleh para tetangga.

“Padamnya sekitar pukul 02.00 WIB. Enggak panggil PMK,” katanya.

Sedangkan di gudang batako milik Paryono, kebakaran berlangsung sekitar 15 menit. Kejadian diperkirakan pukul 01.00 WIB. Barang miliknya mengalami kerusakan seperti onderdil bekas sepeda motor, ban, satu unit sepeda motor, dan lima unit molen.

Kebakaran juga meluluhlantakkan bangunan semi permanen berukuran 6X4 meter persegi itu.

“Paling parah bagian tengah ke timur. Gudang penyimpanan perkakas kosong. Enggak ada yang lihat, tahu-tahu sudah berkobar. Justru diberitahu kerabat saat lewat lokasi,” katanya. Wardoyo