JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Hargai Ujian Sekolah, Aksi Bela Slamet Maarif Digelar Tanpa Pengeras Suara

Triawati
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Aksi bela Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif di depan Mapolresta Surakarta,Rabu (13/2/2019). Triawati

SOLO- Aksi bela Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif di depan Mapolresta Surakarta tetap digelar meskipun siswa SMAN 4 Surakarta tengah menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS), Rabu (13/2/2019). Aksi tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan oengeras suara dan jumlah masda yang hanya berjumlah sekitar 50 orang.

Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) sekaligus koordinator aksi, Edi Lukito menjelaskan, aksi yang digelar kali ini menanggapi surat pemanggilan terhadap Slamet Maarif sebagai tersangka yang seharusnya dilaksanakan pemeriksaan sekaligus di saat yang sama.

“Kami umat Islam bersaty mengawal Ustadz Slamet Maarig. Kami ingin mrnyampaikan kepafa pemerintah yang berat sebelah. Kalau menyangkut kubu 01 yang melanggar aruran Oemilu tidak diproses. Tapi kalau dari kubu 02, mereka cepat-cepat mengambil tindakan,” ujarnya di sela aksi.

Baca Juga :  Masih Melaju, Jumlah Pasien Positif Corona Warga Solo Capai 261

Kendati demikian, Edi Lukito menegaskan bahwa aksi yang dilakukan tersebut merupakan bentuk persatuan dari umat Islam.

“Dan bahkan dari beberapa kota lain melakukan hal sama, kami ingin menunjukkan luar biasanya persatuan umat Islam dalam membela ulama. Aksi ini bukan yang pertama dan terakhir. Kami akan terus melakukan aksi, meski seperti saat ini aksinya kecil karena kami menghargai adik-adik yang tengah ujian. Kami masih antusias dan minggu depan pasti akan afa lagi aksi yang sama,” paparnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Solo dari PKS, Didik Hermawan Pakai Kaos Khas Pendukung Gibran, Akhirnya Disanksi ini oleh Partainya

Sementara itu menanggapi peneriksaan Slamet Maarif yang dilakukan di Polda, Edi menambahkan bahwa aksi yang sama akan digelar di Semarang dengan koordinasi bersama laskar umat Islam di Semarang.

“Jangan sampai tidak ada aksi membela ulama,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Kepala SMAN 4 Surakarta bidang kesiswaan, Nanang Inwanto, mengatakan sekolah memang tengah menggelar Ujian Tengah Semester (UTS). Ujian digelar sampai 22 Februari 2019 mendatang.

“Kami berharap semua saling menghargai, kalaupun ada aksi semoga bisa tetap kondusif dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” tukasnya. Triawati PP