JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jasad Erni Yang Bunuh Diri di Jembatan Butuh Akhirnya Ditemukan Setelah 13 Jam Hanyut. Terdampar di Desa Ndari 

Tim PMI Sragen dibantu unsur lain saat mengevakuasi jasad Erni Ermawati yang bunuh diri di jembatan Butuh dan ditemukan di Desa Ndari, Plupuh, Jumat (8/2/2019) pagi. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim PMI Sragen dibantu unsur lain saat mengevakuasi jasad Erni Ermawati yang bunuh diri di jembatan Butuh dan ditemukan di Desa Ndari, Plupuh, Jumat (8/2/2019) pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Jenasah Erni Ermawati (30), janda muda asal Gedongan, Plupuh, Sragen yang terjun ke Sungai Bengawan Solo Kamis (7/2/2019) petang akhirnya ditemukan. Jasad ibu satu anak yang terjun dari atas Jembatan Butuh itu ditemukan di tepi Bengawan Solo, Jumat (8/2/2019).

Jasad wanita asal Dukuh Gedongan RT 10, Gedongan, Plupuh itu ditemukan setelah 13 jam hanyut di Bengawan Solo. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di tepi sungai di Dukuh Padas, Desa Ndari, Plupuh tadi pagi.

“Sudah ditemukan tadi pagi sekitar jam 06.30 WIB. Lokasi penemuan di Dukuh Padas, Desa Ndari, Plupuh,” papar Kepala Markas PMI Sragen Wahdadi didampingi petugas PMI, Munif usai evakuasi.

Menurutnya, penemuan jasad Erni kali pertama diperoleh dari laporan masyarakat Padas, Ndari yang curiga dengan sosok tubuh mengapung di tepian sungai. Berbekal laporan itu, Tim PMI bersama unsur lain langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga :  Polres Sragen Ringkus 4 Tersangka Sindikat Maling Motor Lokalan. Beraksi Puluhan Kali, Total 27 Motor Curian Berhasil Diamankan

“Jasad korban langsung dibawa untuk dilakukan identifikasi,” terangnya.

Penemuan jasad Erni sekaligus mengakhiri drama kehidupan tragisnya. Janda malang yang cerai dari suaminya itu, diketahui mengalami gangguan jiwa.

Dia diduga sengaja bunuh diri dengan melompat dari atas Jembatan Butuh, Desa Gedongan, Plupuh kemarin petang.

Aksi bunuh diri itu diketahui sekitar pukuk 17.30 WIB. Dari keterangan keluarga, korban sempat pamitan ke ibunya, Sukiyem, sekitar pukul 15.00 WIB.

“Sebelumnya, korban pamit hendak ke rumah kakaknya Paryono (41) di Dukuh Gedongan RT 10. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, korban dipergoki sedang berada di atas jembatan gantung oleh warga bernama Sukijan (50),” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, Kamis (7/2/2019) malam.

Baca Juga :  Suami Asal Peleman dan Bocah 14 Tahun Gemolong Sragen Berhasil Sembuh dari Covid-19. Sebanyak 3 Pasien Sembuh, Total Sudah 66 Orang Sembuh

Korban sempat terlihat tengak-tengok situasi, sedetik kemudian sudah hilang dari jembatan.

Karena putrinya tak kunjung pulang, ibunya cemas dan berusaha mencari korban. Sesampai di Jembatan Butuh, warga dan ibu korban hanya menemukan sepeda ontel dan sandal yang digunakan korban.

Sementara, Sekdes Gedongan Plupuh, Mulyadi mengungkapkan korban dikenal sebagai janda dan sudah cerai dengan suaminya. Korban memiliki satu anak dan selama ini memang diketahui sering mengalami depresi.

“Baru seminggu yang lalu pulang dari Mangunjayan Solo (RSJD). Memang sempat mengalami depresi,” ujar Mulyadi, Kamis (7/2/2019) malam. Wardoyo