JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Kepesertaan BPJS Kesehatan Tembus 200 Juta, Kementerian Kominfo Terus  Gencarkan Sosialisasi ke Pedesaan Lewat Wayang Kulit 

Wiryanta menyerahkan wayang kepada Ki Warseno Slenk menandai dimulainya pagelaran wayang sosialisasi program JKN di Lapangan Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (1/2/2019) malam. Aris Arianto
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Wiryanta menyerahkan wayang kepada Ki Warseno Slenk menandai dimulainya pagelaran wayang sosialisasi program JKN di Lapangan Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (1/2/2019) malam. Aris Arianto

SUKOHARJO– Pemerintah melalui Kementerian Kominfo terus menggenjot sosialisasi untuk mendongkrak kepesertaan masyarakat dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Hingga akhir 2018, capaian kepesertaan BPJS kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaporkan sudah menembus angka lebih dari 200 juta warga.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi Program Nasional JKN melalui pertunjukan wayang kulit  yang dihelat Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo di Lapangan Desa Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (1/2/2019) malam.

Direktur IKP Kemenkominfo, Wiryanta mengungkapkan hingga akhir 2018, jumlah kepesertaan BPJS kesehatan secara nasional sudah menembus angka 200 juta warga. Hal itu tak lepas dari sosialisasi intensif program JKN yang dilakukan lewat berbagai media massa, talk show maupun pertunjukan rakyat seperti wayang kulit.

Menurutnya, sosialisasi dengan wayang kulit di pedesaan, sangat efektif karena bisa menyentuh masyarakat yang hadir. Sosialisasi memang menjadi tugas Kemenkominfo dalam rangka mendorong pemahaman dan peningkatan kepesertaan BPJS kesehatan utamanya BPJS mandiri.

Baca Juga :  Terus Bertambah, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Mencapai Angka 288

“Akhir tahun lalu saja, jumlah kepesertaan BPJS sudah di atas 200 juta. Yang dari PBI atau iurannya dibiayai pemerintah pusat sudah sekitar 92 juta lebih. Lalu peserta BPJS yang didanai pemerintah daerah sudah 31 juta warga. Tugas kami adalah mendorong kepesertaan BPJS yang mandiri dan mendeseminasikan ini lho negara hadir, ini lho program-program unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla,” papar Wiryanta kepada wartawan di sela kegiatan.

Wiryanta menguraikan sosialisasi lewat pertunjukan wayang kulit itu memang bertujuan akhir membantu menggugah masyarakat untuk ikut kepesertaan BPJS. Program JKN atau BPJS merupakan program unggulan pemerintah Jokowi-JK dalam rangka membangun menuju indonesia yang sehat.

Kepala Kantor BPJS Cabang Surakarta, Agus Purwono menyampaikan untuk wilayah Soloraya, total kepesertaan BPJS kesehatan sudah mencapai 70 persen dari total 5 kabupaten/kota. Menurutnya, salah satu faktor yang membuat kepesertaan belum bisa menyeluruh, adalah kondisi geografis yang cukup luas.

Baca Juga :  Waduh, Perempuan Asal Banjarsari Solo dan 4 Pria Diduga Jual Sabu, Ditangkap Tim Satresnarkoba Polres Sukoharjo

Karenanya, momentum sosialisasi ke pedesaan yang digelar Kemenkominfo sangat bagus dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat.

“Dengan pertunjukan wayang kulit seperti ini, orang yang selama ini tidak memperoleh informasi, bisa hadir. Momentum sosialisasi melalui hiburan rakyat ini tentu sangat bagus untuk memperkenalkan program dan hak-hak warga bisa terpenuhi. Kami berterimakasih kepada Kemenkominfo yang terus gerilya ke pelosok-pelosok desa. Karena kami dari BPJS tidak bisa melakukan sosialisasi sejauh ini,” terangnya.

Sosialisasi JKN dari pertunjukan wayang di Bekonang itu menghadirkan dalang kondang Ki Warseno Slenk. Ratusan warga memadati lapangan Bekonang untuk menyaksikan wayang kulit sekaligus mendengarkan sosialisasi. Aris Arianto/Wardoyo