JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Korban Wabah DBD Sragen Tembus 800 Kasus, Ratusan Kades Pramuka Dikerahkan Jadi Juru Pantau Jentik 

Pengukuhan kader Pramuka jadi jumantik. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pengukuhan kader Pramuka jadi jumantik. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen bakal mengerahkan juru pemantau jentik (Jumantik) dari anggota Gerakan Pramuka, untuk mengoptimalkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pengukuhan ratusan kader Jumantik Pramuka dilakukan Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno dalam apel gelar kesiapan kader Jumantik di Alun-alun Sasana Langen Putro, Jumat (15/2/2018).

Pengerahan jumantik dari Pramuka itu menyusul tingginya laporan kasus demam berdarah dengue (DBD) di kabupaten Sragen dari awal Januari hingga pertengahan bulan ini hampir tembus 800 kasus. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten menyebutkan laporan DBD ini meningkat drastis dari tahun lalu, bahkan sudah merenggut tiga nyawa.

Baca Juga :  Panitera Meninggal Terpapar Covid-19, Sidang Tuntutan 3 Terdakwa Korupsi RSUD Sragen Rp 2,017 Miliar Terpaksa Ditunda. Jaksa Berharap Sidang Bisa Digelar Via Daring

Kondisi ini memaksa Pemkab Sragen harus melakukan intervensi dengan menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tidak hanya itu Pemkab membentuk Jumantik (Juru pemantau jentik) setiap rumah satu orang.

Pengukuhan kader Jumantik Pramuka dalam apel gelar kesiapan kader Jumantik di alun alun Sasana Langen Putro sragen dilakukan oleh Wakil Bupati Dedy Endriyatno. Selain itu juga dihadiri Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan dan Dandim 0725 Letkol Kav Luluk Styanto.

Disela acara Wabub Dedy Endriyatno mengatakan, lebih dari 500 kader jumantik pramuka tersebar di 20 kecamatan. Selain mendukung gerakan PSN kader jumanti pramuka ini untuk menyiapkan peduli lingkungan dan tempat tinggal.

Baca Juga :  Polres Sragen Ringkus 4 Tersangka Sindikat Maling Motor Lokalan. Beraksi Puluhan Kali, Total 27 Motor Curian Berhasil Diamankan

“Ini tidak sekedar menjadi kader Jumantik tapi menyiapka mereka peduli terhdap lingkungan kader dan pemimpin yang cinta lingkungan juga,” tandas Dedy.

Wabub yang juga ketua Kwarcab Sragen ini menilai keterlibatan anggota pramuka dan PSN ini cukup optimal, karena Gerakan Pramukan mengorganisir dari tingkat Kabupaten, Tingkat Kecamatan (Kwaran) hingga tingkat sekolah ada Gugus Depan.

Wabub mengharapkan pramuka bergerak memantau jentik di rumah mereka, lingkungan rumah hingga tetangga dan juga sekolah. Wardoyo