Beranda Edukasi Akademia Unisri Diguncang SE Palsu, Lulusannya Diisukan Tak Bisa Diterima Jadi CPNS

Unisri Diguncang SE Palsu, Lulusannya Diisukan Tak Bisa Diterima Jadi CPNS


loading...
Loading...
Istimewa

SOLO , JOGLOSEMARNEWS.COM  – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta secara resmi melaporkan Surat Edaran Palsu yang beredar dari Kemenristek Dikti dan LLDIKTI Wilayah VI yang merugikan namanya. Pasalnya, dalam surat edaran yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SMA/SMK se Jawa Tengah tersebut disebutkan bahwa lulusan Unisri Surakarta tidak dapat mengikuti seleksi CPNS karena belum terakreditasi A.

Surat nomor 0190/L6/PT/2019 tertanggal 25 Januari 2019 dan ditandatangani oleh Sekretaris LLDIKTI, Amsar tersebut tertulis sebagai tindaklanjut dari surat yang dikirim oleh Masyarakat Peduli Pendidikan Soloraya (MPPS). Bahkan surat tersebut menyebutkan lulusan Unisri tidak bisa diterima CPNS, ijasah tidak bisa digunakan kepegawaian dan lulusan Unisri tidak terdaftar PDPT.

Baca Juga :  HUT ke-73, Persit Kartika Chandra Kirana PD IV Diponegoro Gelar Baksos

Rektor Unisri Surakarta, Prof Sutardi.mengaku terkejut dengan beredarnya surat tersebut. Untuk itu, pihaknya langsung melakukan konfirmasi kepada LLDIKTI dan surat jawaban tertulis menegaskan bahwa LLDIKTI tidak pernah mengeluarkan surat tersebut dan menyatakan surat tersebut palsu.

“Kami sangat menyayangkan atas beredarnya surat tersebut. Tentu saja itu sangat merugikan kami,” ujarnya, Jumat (15/2/2019).

Ditambahkan Tim Kuasa Hukum dari Advokad BKBH Unisri Surakarta, YB Irfan, pihaknya telah menerima mandat resmi terkait peredaran surat palsu tersebut dan langsung melapirkannya ke Polda Jateng.

Baca Juga :  Danlanud Adi Soemarmo Resmikan Monumen Dan Taman Adi Soemarmo

“Kami langsung melapor ke Polda Jateng atas kasus pembuatan dan menggunakan surat palsu dengan mengatasnamakan LLDIKTI Wilayah VI, yang merugikan Unisri. Akan kita laporkan pelanggaran Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Kasus ini sangat merugikan Unisri, baik kredibilitas Unisri dan kerugian materiil dan immateriil. Apalagi kasus tersebut bukan delik aduan, pidana formal,” ujarnya.

Selain itu, Irfan mengimbuhkan bahwa pihaknya akan menelusuri keberadaan surat palsu tersebut. Diketahui surat pertama kali ditemukan di SMA Kemusu Boyolali, setelah di cek SMA/SMK/MA se Soloraya sebagian besar menerima. Bahkan sampai SMK Tunas Pembangunan Pati.

Baca Juga :  Banyak yang Diterima Sebagai CPNS, RS UNS Kekurangan 100an Tenaga Medis

“Semua surat dengan stempel basah, dikirim melalui via pos, kita akan lacak surat dikirim dari mana dan kalau masih ada yang belum terkirim akan minta penundaan pengiriman,” tandas Irfan. Triawati PP


Loading...