loading...
Loading...
Ilustrasi padi. Pixabay

KARANGANYAR- Beras organik kini sudah mulai berkembang pesat dilingkungan masyarakat, meskipun harganya jauh lebih tinggi dari beras biasa. Masyarakat yakin bahwa beras organik merupakan makanan yang lebih aman dibanding dengan beras biasa.

Senin, (04/2/2019) Bupati Karanganyar, Juliyatmono melakukan kinjungan lapangan dalam rangka pengembangan klaster bisnis padi dengan sistem organik Desa Gentungan, di Balai Desa Gentungan Mojogedang.

Kunjungan lapangan yang dihadiri oleh bupati, wakil bupati beserta jajaran pemerintah daerah tersebut merupakan salah satu dari 15 desa yang ada di Karanganyar yang telah melakukan pengembangan padi organik.

Baca Juga :  Di Atas Gunungan Sampah, Lalat dan Bau Menyengat, Puluhan Pemulung di Karanganyar Tunjukkan Nasionalisme Lewat Upacara HUT RI. Berharap Pemerintah Lebih Memperhatikan 

Camat Mojogedang, Sutrisno menyampaikan bahwa ada 2 dusun dari 5 dusun yang ada di Kecamatan Mojogedang yang telah menanam padi organik. Padi tersebut dipasarkan di berbagai wilayah seperti Surabaya. Selain penanaman padi organik, rencananya Desa Gentungan juga akan memanfaatkan embung sebagai tempat wisata.

Baca Juga :  Buntut Kerusuhan Manokwari, Pemkab Karanganyar Bakal Mendata Warga Papua di Karanganyar. Mahasiswa Diminta Tak Resah

“Di sana pengunjung dapat bermain turbing. Untuk biaya retribusi akan digratiskan. Sutrisno berharap bahwa Desa Gentungan akan menjadi desa mandiri sekaligus desa wisata percontohan,” paparnya.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa apa yang dilihat dan didengar oleh masyarakat harus sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Masyarakat Desa Gentungan dapat bekerja sama dengan 15 desa di Kabupaten Karanganyar yang lainnya untuk menghasilkan padi organik dengan jumlah yang lebih banyak.  Sehingga produksinya meningkat dan hasil pendapatan juga ikut meningkat.

Baca Juga :  Pemkab Ngotot Serahkan Pengelolaan Apotek Sukowati ke Kimia Farma, Ketua Komisi B DPRD Karanganyar: Ya Silakan Saja! 

“Petani di 15 desa nantinya juga bisa bekerja sama dengan BUMDes lalu membagi hasil sama rata,” imbuhnya. Dengan adanya kerja sama tersebut pemerintah nantinya akan terus memfasilitasi alat-alat produksi. Wardoyo

 

Iklan
Loading...