loading...
Loading...
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA – Presidwn Joko Widodo (Jokowi) menerima medali penghargaan atas kebebasan pers yang tetap terjamin.

Penghargaan terasbut diserahkan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Sabtu (9/2/2019).

Namun demikian, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan medali yang diberikan kepada Presiden JoĺJokowi dalam acara puncak Hari Pers Nasional  Sabtu, 9 Februari 2019 lalu bukan berasal dari lembaganya.

Stanley, panggilan akrab pria ini, mengatakan Dewan Pers tak memiliki tradisi memberikan penghargaan apapun.

Baca Juga :  Ceramah di Medan, Ustadz Abdul Somad : Umat Islam Jangan Terprovokasi 

“Kecuali memberikan sertifikat wartawan utama kepada para wartawan senior sesuai persyaratan,” kata Stanley lewat pesan singkat pada Senin, (11/2/2019).

Dalam peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya itu, Jokowi menerima medali penghargaan karena dianggap menjaga kebebasan pers. Saat itu, Stanley ikut maju memberikan medali.

Stanley menegaskan Dewan Pers tak terlibat urusan itu. Menurut dia, keputusan ada di tangan panitia peringatan Hari Pers Nasional.

Baca Juga :  Video 3 Lawan 1 Vina Garut, Kisah Pilu V Turuti Kemauan Suami Jika Ditolak Dimarahi & Terpaksa Menikmati

Ia sebagai Ketua Dewan Pers hanya diminta menyerahkan. Menurut Stanley, penghargaan serupa juga pernah diberikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Stanley, medali itu diberikan karena Jokowi tidak pernah mengintervensi urusan pers.

“Presiden memberikan ruang kebebasan kepada komunitas pers untuk menyelesaikan masalahnya sendiri,” kata dia.

Penanggung Jawab HPN 2019 Margiono mengungkapkan alasan penganugerahan medali tersebut. Penghargaan medali Kemerdekaan Pers itu diberikan kepada pejabat tertinggi di negara ini, karena dianggapnya tidak pernah mencederai kebebasan pers.

Baca Juga :  Dua Jaksa di Yogyakarta Resmi Dietapkan sebagai Tersangka Suap Saluran Air

“Apresiasi ini diberikan kepada pejabat tertinggi di negeri ini lantaran tidak pernah mencederai kemerdekaan pers di negeri ini, sehingga kemerdekaan pers tetap sehat, positif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Margiono. #tempo.co

Iklan
Loading...