loading...
Loading...
Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat mengecek salah satu rumah yang sudah retak dan ambles di Bukit Sejeruk, Musuk, Sambirejo. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan menyempatkan mengecek langsung lokasi rawan longsor di Kecamatan Sambirejo, Rabu (6/2/2019). Pengecekan dilakukan menyusul laporan terkait pergerakan tanah yang mengancam nasib puluhan KK di Dukuh Sejeruk, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo.

“Lokasi Dukuh Sejeruk itu cukup sulit di jangkau. Pedukuhan tersebut berada di perbukitan. Akses untuk menuju lokasipun tidak bisa di lakukan dengan bersepeda motor, terlebih dengan menggunakan roda empat. Setelah sampai di Desa Musuk, harus memarkirkan sepeda motor, kemudian menitipkannya ke rumah warga untuk menuju Dukuh Sejeruk, yang terdampak tanah bergerak dan rawan longsor, “ ujar Kapolres AKBP Yimmy saat meninjau rumah warga yang terdampak tanah labil itu.

Baca Juga :  Bursa Kursi Ketua DPRD Sragen, Beredar Kabar Adik Ipar Bupati Didorong Masuk Kandidat. DPC Langsung Membantah

Kondisi itu di perparah dengan curah hujan yang tinggi. Sejauh ini ada beberapa rumah yang temboknya pecah pecah, ataupun bangunannya miring.

Dalam pengecekan ini, Kapolres didampingi Kasat Sabhara dan Kasat Binmas, mengajak pula Kepala BPBD kabupaten Sragen Sugeng Priyono, Kepala Senkom Rescue Sugiyanto.

Ada sejumlah personil lainnya yang turut hadir, yakni Kapolsek bersama muspika kecamatan Sambirejo, Kepala Desa Musuk Suharno dan Kepala Desa Jetis Priyono.

Dalam lawatannya itu, Kapolres menyempatkan mengecek tujuh rumah yang cukup parah. Semuanya terdampak tanah bergerak hingga berakibat tembok retak retak.

“Ada pula yang sampai rumahnya miring, hingga cukup membahayakan penghuninya,” urai Kapolres.

Guna mencegah terjadinya korban akibat longsor, ia juga memberikan himbauan bagi para penghuninya, untuk sementara mengungsi terlebih dahulu. Terutama jika curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Lepas Pengawasan, Balita 3 Tahun di Gesi Sragen Ditemukan Tewas di Kolam Ikan Sedalam 1,5 Meter  

“Syukur-syukur kalau ada yang memiliki rumah lain, yang jauh dari daerah rawan longsor ini untuk tempat sementara.  Menjauh dari daerah ini,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan jika warga tak mau pindah diharap agar warga membuat Surat Pernyataan yang ditujukan ke Kades setempat dan di simpan di kantor balai desa setempat. Sehingga aapabila terjadi bencana alam  tanah longsor dan menimpa warga bukan tanggungjawab dari pihak pemerintah khususnya kelurahan.

“Kalau nggak mau pindah, masyarakat terdampak harus siap menanggung semua resiko yang ada serta tidak menyalahkan siapapun,” tukas Kapolres.

Baca Juga :  Kasus Stiker PSHT Berujung Pengeroyokan di Gunung Kemukus. Dua Tersangka Dibekuk, Ini Barang Bukti Yang Diamankan

Adapun rumah yang di singgahi Kapolres bersama rombongan itu diantaranya milik Sumarno (55) ibu Wagiyem (63), Sukardi (54), Suparni (57), Paimin (49), Marsogino (65) dan Wiryo Sunarno (72). Kesemuanya memiliki kerusakan bervariasi, dari retak hingga rumah miring lantaran pondasi tanah tersebut labil.

Sementara itu, dari data yang di himpun team media melalui kepala Desa Musuk, sejauh ini sudah ada turun tangan dari pihak pemerintah kabupaten Sragen. Namun para pemilik rumah di Dukuh Sejeruk ini, masih cukup alot untuk meninggalkan rumah mereka, meski bencana itu bisa terjadi kapanpun, terlebih saat hujan lebat. Wardoyo

Iklan
Loading...