JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Resmikan Pasar Blimbing Sambirejo, Bupati Sragen Minta Warga Jangan Lagi Belanja ke Mall 

Bupati Sragen didampingi Sekda dan Kepala Dinas Perdagangan saat peresmian Pasar Blimbing Sambirejo, Jumat (22/2/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Sragen didampingi Sekda dan Kepala Dinas Perdagangan saat peresmian Pasar Blimbing Sambirejo, Jumat (22/2/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Lima pasar tradisional yang dibangun Pemkab Sragen pada tahun 2018 lalu, hari ini diresmikan penggunaannya oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati.  Dalam sambutan persemian di Pasar Blimbing Kecamatan Sambirejo, Bupati mengajak masyarakat  meninggalkan Mall, dan belanja kebutuhan di Pasar Tradisional.

Pembangunan ulang (revitalisasi) lima pasar tradisional di Kabupaten Sragen pada tahun angaran 2018 telah selesai dan diresmikan penggunaannya oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Bahkan beberapa pasar ini telah kembali difungsikan untuk berjualan para pedagang pada September 2018 lalu. Adapun lima pasar tradisional yang revitaliasai tersebut meliputi Pasar Rejowinangun, dengan anggaran Rp 1.495 Miliar dari APBD untuk, 130 pedagang.

Kemudian Pasar Sambi dari APBD Rp. 1.270 miliar untuk 77 pedagang, Pasar Ngarum dari APBD 2018 Rp 1.154 Miliar untuk 128 pedagang, serta pembangunan Pasar Pucuk juga dari APBD senilai Rp. 976 juta untuk 84 pedagang.

Baca Juga :  Breaking News: Kecelakaan Maut Scoopy VS Panther di Pilangsari Sragen.  Motor Remuk, Pengendaranya Tewas di Lokasi Kejadian

Sementara itu, Pasar Blimbing Kecamatan Sambirejo dibangun ulang degan anggaran dari Kementrian Perdagangan senilai Rp 5.8 miliar untuk 231 Pedagang terdiri dari 32 Kios dan 199 Los.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam pidato sambutan peresmian pasar menyebutkan, revitalisasi Pasar Blimbing merupakan prototipe dari Kementrian perdagangan. Pasar tersebut diharapkan menjadi percontohan pembangunan pasar di Bumi Sukowati.

Selain itu Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat untuk belanja kebutuhan sehari-hari ke pasar tradisionak bukan ke Mall. Hal ini untuk meramaikan geliat pasar tradisional sebagai bentuk ekonomi kerakyatan seiring kondisi pasar tradisional sudah representatif.

“Sekarang pasar sudah bagus, jangan belanja di Mall, belanja di pasar tradisional saja. Jaga juga kerukunan antar pedagang paguyuban harus diuri-uri. Paguyuban harus mengakomodir pedagang kalau ada masalah semua rampung,” tandas Yuni.

Baca Juga :  Jam Komandan Perdana,  Dandim Sragen Mendadak Minta Diputarkan Film Kartun Gerobak. Ternyata Pesannya Sangat Menyentuh, Soal Rumahtangga dan Hidup Sederhana! !

Dalam kesempatan itu, Bupati Yuni juga menyinggung rencana penerapan retribusi eletronik (e-Retribusi) untuk semua Pasar radisional di kabupaten Sragen. Pemkab akan bekerjasama dengan perbankan dalam hal penyiapan alat pembayaran e-Retribusi ini.

Menurut bupati pembayarn e-retribusi ini untuk menhindari kebocoran penerimaan PAD dari sektor retribusi pasar.

“Pasar di Sragen harus e-Retribusi Bank Jateng siap memberikan jaminan alat. Nanti di sini (Pasar Blimbing) juga e-retribusi biar tidak terjadi penyelewengan. Kalau e-retribusi tidak ada lagi yang sulaya baik petugas dan pedagang. Pajak ini nanti juga buat bangun pasar dan bangun jalan, kembali lagi untuk masyarakat,” beber Bupati. Wardoyo