loading...
Loading...
Kasat Sabhara, AKP Agung Ari didampingi Kasat Lantas AKP Dani Permana Putra saat konferensi pers penangkapan 12 motor dalam razia balap liar di Polres Minggu (17/2/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Sebanyak 12 sepeda motor yang diamankan dalam razia antisipasi balap liar di Taman Krido Anggo Depan Rumdin Bupati dan Tegrat Ring Road Utara Minggu (17/2/2019) dinihari sudah diamankan di Mapolres Sragen. Kendaraan itu diamankan lantaran ditinggal oleh pengendaranya saat terkepung warga dan aparat di jalan perkampungan Sragen Manggis.

“Jadi waktu dilakukan pengejaran oleh tim patroli dari Dalmas Sabhara, kelompok anak-anak muda itu malah mbleyer-mbleyer dan berusaha kabur ke jalan perkampungan. Tapi kemudian warga langsung memblokade jalan sehingga mereka terkepung,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasatlantas AKP Dani Permana Putra dalam konferensi pers penangkapan aksi balap liar di Mapolres Minggu (17/2/2019).

Saat terkepung, anak muda yang didominasi ABG dan remaja tanggung itu kemudian kalang kabut. Mereka lantas meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi kejadian.

Lalu mereka kabur dan ketakutan. Karena motor ditinggal, tim akhirnya mengamankan 12 motor yang ditinggal di lokasi pengepungan.

Baca Juga :  Fasilitasi Pemprov Rampung, Perbup untuk Pilkades Serentak Sragen Segera Disahkan 

“Sebenarnya di Tegrat juga diamankan satu motor tapi nggak ada mesinnya. Sehingga secara fisik yang kita amankan 12 sepeda motor,” ujar Dani.

Kasatlantas menyampaikan dari 12 motor itu, mayoritas memang dalam kondisi fisik tak lengkap. Ada yang tak menggunakan spion, tak dilengkapi beberapa kelengkapan lainnya.

“Ada dua yang terindikasi memang dimodifikasi untuk digunakan balap liar. Dari hasil pendataan, ada dua yang sementara memang pemiliknya sudah datang. Yang lain belum datang ke Polres,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki sepeda motor dengan nomor pelat seperti 12 motor itu, untuk segera datang ke Polres. Kehadiran itu diperlukan untuk mendata identitas dan kelengkapan sepeda motor mulai dari mencocokkan BPKB dengan STNK, nomor rangka dan nomor mesinnya.

“Kami nanti akan panggil orangtua untuk datang bersama anaknya. Nanti juga kita undang dari pihak sekolah,” tegas Kasat Lantas.

Kasat Sabhara, AKP Agung Ari Purnowo mengungkapkan razia diawali pukul 01.45 WIB sewaktu anggota regu 2 ton 2 Dalmas mencurigai sekegerombolan ABG dan remaja berkumpul di sekitaran depan Rumdin dan Taman Krido Anggo.

Baca Juga :  Pengamanan Jalur Mudik Via Tol Soker, Polres Sragen Siagakan 5 Posko. Berikut Lokasinya! 

Regu Dalmas yang saat itu habis mengecek di kantor KPU Sragen, langsung menghampiri rombongan remaja dan ABG yang diduga sudah bersiap melakukan balap liar itu.

Tak disangka, melihat kedatangan aparat, puluhan pebalap liar dan joki itu langsung kabur sembari menantang petugas dengan membleyer-bleyer motornya.

Mereka kemudian kabur ke arah taman Krido Anggo dan menuju ke Sragen Manggis. Kejar-kejaran antara aparat dan gerombolan balap liar itu pun tak terhindarkan.

“Mereka kemudian kabur lke arah Kampung Sragen Manggis. Namun akhirnya dihalau warga dengan barikade. Sehingga mereka terkepung dan tidak bisa kemana-mana lagi,” papar AKP Agung Minggu (17/2/2019).

Warga sempat emosi dan hendak  memukul mereka namun dapat dicegah oleh anggota Dalmas. Setelah tak berkutik, aparat langsung menangkap mereka satu persatu dan mengidentifikasi motor balap liar yang mereka kendarai.

Baca Juga :  Arena Balap Liar Ngabuburit di Ngadirejo Diobrak-abrik Polisi. Tiga Pebalap Liar Diciduk 

“Di lokasi itu, tim mengamankan 12 sepeda motor dan dilakukan penindakan tilang,” urainya.

Razia kemudian dilanjutkan ke arah ring road utara di kawasan Tegrat, Tangkil sekitar pukul 03.00 WIB. Tim kembali mendapati segerombolan anak muda dengan motor modifikasi yang dicurigai akan balap liar.

Melihat kehadiran aparat, mereka kembali menantang dan membleyer motornya sembari berusaha kabur. Dari lokasi ini, tim mengamankan satu sepeda motor yang diduga untuk balapan liar setelah didahului pengejaran. Wardoyo

 

Loading...