loading...
Penanaman aneka bibit buah di area pemakaman di Wonogiri.

WONOGIRI-Kabar menggembirakan datang dari dunia pertanian Wonogiri. Para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Beji Makmur, Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, mulai mendapatkan permintaan ekspor mangga organik.

Mereka sudah mengantongi sertifikat organik berstandar Eropa dan Amerika Serikat untuk komoditi mangga, petai, pisang, alpukat, sawo, dan buah naga. Sertifikat dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Control Union untuk pasar Eropa dan Amerika. Untuk langkah awal, mereka bekerjasama dengan Jerman untuk pemenuhan mangga organik.

Baca Juga :  BI Solo Siapkan Outflow Rp 15 Triliun Untuk Pemilu 2019

Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) Kecamatan Nguntoronadi Wahyu Tulus Nugroho mengungkapkan, permintaan mangga organik untuk ekspor cukup besar. Paling tidak mendapat permintaan 200 kilogram per minggu untuk diekspor ke Jerman.

Tapi lantaran musim panen mangga sangat singkat, mereka hanya mampu mengirimkan 40 kilogram mangga ke Jerman. Pihaknya baru mengirim satu kali, pada Desember kemarin.

“(Ekspor perdana) bisa dibilang baru sampelnya,” terang dia, Jumat (1/2/2019).

Baca Juga :  Asyik. Ada Bagi-bagi Helm Gratis di Wonogiri. Syaratnya Hanya Ini

Buah mangga yang diekspor, sebut dia, merupakan jenis arumanis dan manalagi. Buah mangga organik dari Kelurahan Beji itu dihargai sekitar Rp 16.000 per kilogram.

Loading...

“Musim panen mendatang, kami lebih siap lagi. Yang jelas kualitas buah kami tingkatkan, termasuk melindunginya dari serangan lalat buah,” tutur dia.

Sebelumnya, buah naga asal Kelurahan Beji dan Desa Semin, Kecamatan Nguntoronadi juga menembus pasar ekspor. Petani mengekspor buah naga yang telah bersertifikat organik mencapai 250 kilogram per pekan seharga Rp 20-an ribu per kilogram. Aris Arianto


Loading...