loading...
Loading...
Aksi pria misterius berambut cepak saat membanting ABG pelaku balap liar. Tangkapan layar/Wardoyo

SRAGEN- Misteri pria berambut cepak yang dengan beringas membubarkan balap liar dan memukuli jokinya di video yang lagi viral di Sragen, akhirnya terkuak. Pria berambut cepak itu dipastikan adalah anggota polisi yang berdinas di Polres Wonogiri.

Kepastian itu disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasatlantas AKP Dani Permana Putra, Selasa (12/2/2019). Kepada wartawan, ia mengatakan dari hasil pelacakan file video yang diunggah di Facebook itu, diketahui bahwa pria pelaku kekerasan yang terdapat di video itu memang anggota polisi.

“Anggota Polres wonogiri. Tapi memang domisilinya di Sragen,” paparnya.

Terkait aksi kekerasannya saat membubarkan balapan liar di jalur kota Sragen depan Rumdin Bupati itu, oknum anggota polisi itu sudah dilakukan penindakan baik oleh Propam Polres Wonogiri maupun Polres Sragen.

Baca Juga :  Kronologi Penggerebekan Penjual HIK Bandar Sabu Asal Kedawung. Ternyata Sudah sering Pasok Sabu ke Sragen

Sementara, joki balap liar yang digibal itu diketahui ABG dari Gesi. Terkait persoalan itu dipastikan sudah diselesaikan secara mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Gesi.

Namun untuk oknum polisinya tetap dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Propam dan saat ini masih dalam penanganan.

“Sampai saat ini kami belum mendapat informasi kenapa yang bersangkutan (oknum polisi) melakukan itu (kekerasan). Kalau masyarakat ada yang tahu ceritanya silakan menghubungi polisi,” paparnya.

Terkait video pembubaran balap liar dengan kekerasan dan viral itu, Kasatlantas mengatakan itu sebagai bagian koreksi bagi jajarannya. Ke depan, pihaknya akan lebih memberdayakan Polsek dan Bhabinkamtimbas untuk mencegah akdi balapan liar di wilayah kecamatan-kecamatan masing-masing.

Baca Juga :  Duka di Tengah Peringatan HUT RI di Tanon Sragen. Kebakaran Dahsyat Ludeskan Rumah Warga Suwatu, 2 Keluarga Terpaksa Mengungsi 

Meski demikian, Kasat menegaskan Polres sudah melakukan upaya maksimal dalam mengantisipasi balapan liar, termasuk pada hari kejadian yang videonya kemudian viral itu.

Menurutnya, pada hari H sudah dilakukan rapat seluruh pejabat utama Polres dan Kapolsek di salah satu kafe membahas situasi kamtibmas sampai pukul 23.30 WIB. Sampai rapat selesai, tidak didapatu kegiatan terkait kegiatan balapan liar.

“Sampai kemudian ada input ke Satlantas kalau akan ada kegiatan balapan dari simpang 3 pungkruk interchange jalan tol lurus sampai Tanon. Satu lagi mengarah ring road utara ke Ngrampal. Kita langsung ambil langkah patroli dalam skala besar libatkan 5 mobil dan 4 motor, di sana ternyata tidak mendapatu kerumunan orang. Setelah video viral keesokan harinya, baru kidata dapati bahwa aksi balapan itu ternyata dimulai pukul 00.30 WIB dan malah di jalur kota,” terangnya.

Baca Juga :  3 Poin Klarifikasi Ustadz Abdul Somad (UAS) Terkait Video Ceramahnya yang Viral di Medsos

Ia mengimbau masyarakat untuk proaktif memberikan informasi dan melapor jika sekiranya akan ada balapan liar di sekitarnya. Pun dengan masyarakat di Sragen maupun Soloraya apabila mendapati kegiatan balapan liar atau tindak pidana di wilayah hukum Sragen, agar melapor ke Polres atau saudaranya yang punya kenalan anggota, agar bisa segera diitindaklanjuti.

“Karena balapan liar itu berbahaya. Dampak fatalnya bisa mengakibatkan kecelakaan, mengganggu kenyamanan masyarakat dan bisa berdampak ancaman pidana juga,” tandasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...