loading...
Loading...
Perburuan tikus di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

SUKOHARJO,JOGLOSEMARNEWS.COM-Salah satu usaha meningkatkan produk hasil pertanian adalah dengan mengurangi dan membasmi hama tanaman. Khusus Sukoharjo, hama yang masih menjadi musuh utama adakah tikus.

Secara tradisional tikus adalah merupakan hama endemik wilayah persawahan yang ditanami padi. Merupakan hama utama yang setiap saat selalu merugikan petani baik saat musim tanam maupun saat musim panen.

Babinsa Koramil 02 Nguter, Sukoharjo, wilayah Desa Pondok Sertu Handoko Saputro menjelaskan, binatang pengerat ini dikenal sebagai hewan yang sangat cepat berkembang biak dan sulit dikendalikan. Tikus sawah dapat berkembang biak mulai umur 1,5-5 bulan. Setelah kawin, masa bunting memerlukan waktu 21 hari.

Baca Juga :  Viral Screenshot Chat WA Berfoto Rektor IAIN Solo, Tanya Tarif Pijat Plus. Mudhofir  Akan Laporkan Pembuat Fake Chat Dirinya

“Seekor tikus betina melahirkan rata-rata 8 ekor anak setiap kali melahirkan, dan mampu kawin lagi dalam tempo 48 jam setelah melahirkan serta mampu hamil sambil menyusui dalam waktu yang bersamaan,” jelas dia, Sabtu (16/2/2019).

Babinsa sebagai apkowil di wilayah, sebut dia, harus senantiasa sigap menyikapi keluhan warganya, termasuk soal nama tikus. Hal ini seperti pada Kamis(14/2/2019) membantu para petani di wilayah desa binaannya melaksanakan kegiatan gropyokan tikus.

“Diikuti sekitar 50 orang petani perburuan tikus tersebut berhasil membiasakan sekitar 200 ekor tikus. Kegiatan juga dihadiri 2 orang dari Dinas Pertanian Sukoharjo, 4 orang dari Dinas Pertanian Nguter, anggota Poktan Tani Mulyo 40 orang dan para petani dan masyarakat pemilik sawah di sekitarnya,” sebut dia. Aris Arianto

Loading...