JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mahalnya Tiket Pesawat Membikin Okupansi Hotel Drop

harga tiket pesawat
Tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menegaskan, mahalnya harga tiket pesawat dan kargo udara yang diterapkan sejumlah maskapai, mengganggu sektor pariwisata di tanah air.

“Dampaknya besar sekali harga tiket pesawat itu ke sektor pariwisata,” ujarnya, Jumat (15/2/2019).

Untuk itu, pemerintah pun saat ini bertekat untuk dapat menurunkan harga tiket pesawat terbang itu. Sebab, ujar Arief, okupansi perhotelan yang sebelumnya rata-rata 55 persen langsung drop menjadi 30 persen pasca harga tiket pesawat melambung.

Baca Juga :  Tiga Gempa Terjadi di Sepanjang Libur Akhir Pekan

“Hampir semua provinsi tingkat hunian hotelnya mengalami penurunan. Mulai dari Aceh, Medan Batam Kepri, juga Palembang,” ujarnya.

Arief menambahkan, kenaikan harga tiket pesawat dari informasi yang diperoleh disebabkan karena tingginya harga bahan bakar pesawat atau avtur. Lalu pada 11 Februari 2019 malam, Presiden Joko Widodo pun meminta harga avtur diturunkan sesuai atau mendekati harga pasar.

Baca Juga :  Awas, Koruptor di Atas Rp 100 Miliar Bakal Dipidana Seumur Hidup. Ini Aturan Lengkapnya dari MA!

Instruksi presiden itu diikuti dengan langkah Kementerian Perhubungan meminta harga tiket diturunkan maksimal pekan ini. Maskapai Garuda Indonesia menjadi salah satu yang mengikuti instruksi dengan langsung menurunkan harga tiket sampai 20 persen.

www.tempo.co