JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Penumpang Bus Muklis Raya Asal Bali Mendadak Tewas Sesampai di Masaran Sragen. Sempat Mengeluh Begini.. 

Kapolsek Masaran, AKP Agus Jumadi saat memimpin evakuasi korban ke RS PKU Muhamadiyah Masaran. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kapolsek Masaran, AKP Agus Jumadi saat memimpin evakuasi korban ke RS PKU Muhamadiyah Masaran. Foto/Wardoyo

SRAGEN,JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang penumpang Bus Muklis Raya dilaporkan tewas mendadak dalam perjalanan sampai di Masaran, Sragen. Korban diketahui berasal dari Bali dan dalam perjalanan dari Lampung menuju ke Bali.

Pria malang itu diketahui bernama Gede Suarjana (38) warga Banjar Dinas Gesing III, Gesing, Banjar, Buleleng, Bali.  Insiden tragis itu terjadi pada Minggu (24/2/2019) siang pukul 13.00 WIB.

Data yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban menaiki bus Muklis Raya AG 7005 UV dari Lampung tempat keluarganya.

Bus dikemudikan Gede Suka Laksana (38) warga Dusun III, RT 07, Mekar jaya, Putra Rumbia, Lampung Tengah, Lampung.

Sewaktu perjalanan sampai di wilayah Masaran, bus berhenti untuk mengisi BBM di SPBU Puntukrejo, Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen.  Bersamaan itu, korban badannya merasa sakit dan meminta turun. Selanjutnya oleh pengemudi, korban di bawa ke RS PKU Muhammadiyah Masaran. Setelah diruang opservasi kurang lebih 30 menit, ternyata oleh dokter rumah sakit dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Alhamdulillah, 5 Hari Berjuang Melawan Covid-19, Kades Tegaldowo Gemolong Akhirnya Dinyatakan Sembuh. Satu Nenek asal Tanon Juga Menyusul Sembuh

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Masaran, AKP Agus Jumadi mengatakan dari hasil pemeriksaan Dokter Sri Martini dan Dokter Ardian dari RS PKU Muhammadiyah Masaran bersama Tim Identifikasi Polres Sragen pada tubuh korban tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan.

“Menurut keterangan dari pelapor bahwa korban sebelum berangkat dari Lampung menuju Bali korban pernah mengeluh kesakitan dan di duga menderita sakit tipes dan jantung. Dan atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dan keberatan untuk diotopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan,” papar Kapolsek Senin (25/2/2019).

Baca Juga :  Cerita Anggota DPRD Sragen Tekor Ratusan Juta Gegara Fenomena Tikus. Pekerjanya pun Sampai Tobat dan Menyerah!
Foto bus

Dari korban, diamankan beberapa barang milik korban. Di antaranya obat kepala pusing merk Neuralgin, methil presolone dan mezol, 1 buah jam tangan, 1 buah sajam, 5 buah akik, sebuah notebook merk Axioo, sebuah tasbih, Sepasang sepatu, Sepasang serandal, Baju dan celana, sebuah Dompet berisikan : SIM A, KTP, NPWP dan uang tunai Rp. 3.832.000.

Kemudian Polsek berkoordinasi untuk ambulans yang memberangkatkan jenasah korban ke Bali. Wardoyo