JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tanah Bergerak di Sumpiuh, Banyumas Nyaris Belah Rumah

Teras.id

BANYUMAS,  JOGLOSEMARNEWS.COM – Hujan deras di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas disusul tanah bergerak nyaris membelah rumah milik Suparno (57), Selasa (19/3/2019).

Tak hanya itu, tembok rumah yang berada di Grumbul Karang Banar RT 07 RW 01 Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh ini juga retak dan membahayakan penghuninya.

Menurut keterangan pemilik rumah, peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur pada pukul 17.00 WIB. Tak berselang lama setelah itu terdengar suara gemeretak dari lantai rumahnya.

“Tegel lantai ruang tamu terangkat seperti terdorong dari dalam tanah kemudian retak sampai menganga,” kata Suparno.

Baca Juga :  Ketua KPU dan Sejumlah Komisioner Positif Covid-19, Pilkada 2020 Tetap Jalan Sesuai Jadwal

Anggota keluarga inipun panik dan berusaha menyelamatkan diri keluar rumah. Tanah bergerak menyebabkan kerusakan parah pada rumah ini. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, keluarga berjumlah lima jiwa inipun mengungsi ke rumah kerabatnya.

“Kami sudah mengimbau agar pemilik rumah untuk mengungsi karena sangat membahayakan jika terjadi longsor susulan mengingat saat ini hujan masih terus mengguyur,” kata Kades Ketanda, Sutarno.

Ia juga mengimbau kepada warganya agar waspada jika terjadi hujan deras sebab dikawatirkan masih mungkin terjadi pergerakan tanah terutama ‎di wilayah dengan kondisi tanah yang labil.

Baca Juga :  Dibuka Sejak Kamis, Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 9 Sudah Lebih dari 5 Juta Orang. Kuota Hanya 800.000

Sementara, Komandan TRC BPBD Banyumas, Kusworo mengatakan, hujan dengan waktu yang lama  dan struktur tanah labil mengakibatkan tanah bergerak sepanjang 70 meter dengan ketinggian mencapai 15 meter.

“Gerakan tanah menyebabkan lantai bawah retak dari belakang sampai depan dengan kedalaman retakan mencapai 3-5 cm, sebagian besar tembok rumah retak 1-5 cm, penglari utama cor patah dan tiang utama bagian depan rumah miring,” katanya.

Pihaknya saat ini masih mendata jumlah kerugian serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan Koramil serta relawan lainnya untuk penanganan sementara.

www.teras.id