JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Alhamdulillah. Warga Binaan Rutan Kelas II B Wonogiri Dapat Ketrampilan Menjahit dan Finishing Mebel, Hasilnya Sudah Ditunggu Dunia Industri

Penandatanganan kerjasama latihan menjahit dan finishing mebel di Rutan Kelas IIB Wonogiri.
Penandatanganan kerjasama latihan menjahit dan finishing mebel di Rutan Kelas IIB Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Terobosan baru ditempuh pihak Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Wonogiri. Warga binaannya segera mendapatkan pelatihan ketrampilan menjahit dan finishing mebel.

Fakta tersebut terungkap saat dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Wonogiri dengan Rutan Kelas IIB Wonogiri tentang keterampilan menjahit dan finishing mebel. Kegiatan digelar di aula Rutan setempat, Senin (11/3/2019).

Kegiatan dihadiri Sutrisman Kakanwil Kemenkumham Jateng, yang sekaligus membuka secara resmi pelatihan menjahit dan finishing mebel. Juga ada Kepala UPTD Kemenkumham se-Surakarta , Forkopimda Wonogiri, maupun Kepala SKPD.

Baca Juga :  Update COVID-19 Wonogiri, Masuk Zona Kuning 193 Pasien Sembuh Belasan Lainnya Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kepala Rutan Kelas II B Wonogiri, Urip Dharma Yoga, mengatakan, terkait pelatihan menjahit dan finishing mebel, memang sengaja dilaksanakan. Pihaknya ingin warga binaan mendapatkan ilmu dan ketrampilan yang bermanfaat.

“Diharapkan ilmu dan keterampilan bisa digunakan untuk berkarya ketika sudah kembali ke tengah masyarakat,” kata dia.

Kepala Disnaker Ristanti, menegaskan, pelatihan bukan sekedar formalitas. Jika warga binaan bisa mengikuti arahan selama pelatihan dan serius pada produk yang berkualitas, dinas bersedia menyakurkan produk ke dunia industri.

Baca Juga :  Ini Dugaan Penyebab Menurunnya Partisipasi Pemilih Dalam Pilkada, Gegara Penggabungan TPS Hingga Jarak Semakin Jauh Dikhawatirkan Pemilih Malas Datang

“Kami siap menghubungkan ke pihak industri, jadi nanti misalnya bisa mengambil model borongan jahit di pabrik,” tutur dia.

Sementara Sutrisman menandaskan, proses pembinaan warga binaan harus melibatkan setidaknya tiga unsur. Meliputi warga binaan sendiri, pihak rutan, maupun pemerintah setempat dan masyarakat setempat. Aris Arianto