JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Anak Pak Ustad di Miri Sragen Meninggal Terserang DB, DKK Langsung Gelar Fogging

Ilustrasi petugas di Bangsal Anggrek RSUD Sragen saat memeriksa salah satu pasien anak yang terdiagnose DB Rabu (16/1/2019). Foto/Wardoyo
Ilustrasi petugas di Bangsal Anggrek RSUD Sragen saat memeriksa salah satu pasien anak yang terdiagnose DB Rabu (16/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus tambahan korban meninggal akibat demam berdarah (DB) di Miri, Sragen membuat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen kelabakan. Tim langsung dikerahkan untuk melakukan fogging, penelitian epidemologis (PE) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di sekitar lokasi kasus.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengungkapkan setelah menerima laporan adanya korban meninggal akibat DB di Miri bernama Abu Bakar (15) tiga hari lalu, DKK langsung bergerak.

“Kita langsung lakukan protap. Kita lakukan fogging, PE dan PSN. Lalu sosialisasi ke warga juga,” paparnya Kamis (21/3/2019).

Hargiyanto menguraikan saat ini tim masih melacak ke RS PKU Muhammadiyah Solo, tempat remaja asal Doyong, Miri itu dirawat. Pelacakan diperlukan untuk memastikan diagnose korban apakah memang meninggal akibat DB atau ada penyebab lain.

Baca Juga :  Bengkel dan Ruko Wahyono di Jetak Sidoharjo Sragen Terbakar Hebat. Ratusan Tabung Gas Meledak, Semua Dagangan dan Onderdil Ludes, Kerugian Rp 0,5 Miliar

Sebelumnya, warga melaporkan adanya korban meninggal dunia dengan diagnose DB di Miri, Sragen. Korban diketahui bernama Abu Bakar (15) warga Desa Doyong, Kecamatan Miri.

Remaja yang duduk di bangku SMP itu diketahui juga merupakan anak seorang ustadz di wilayah setempat bernama Abdullah. Kabar meninggalnya Abu disampaikan warga setempat dan dibenarkan dinas kesehatan kabupaten (DKK).

Baca Juga :  Tak Remehkan Kotak Kosong, Tim Pemenangan Yuni-Suroto Targetkan Kemenangan 80 % Suara di Pilkada Sragen. Ketua Tim Akan Gerakkan Semua Jaringan

Salah satu tetangga korban, Didik, membenarkan insiden DB yang merenggut nyawa Abu Bakar. Korban sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo sebelum mengembuskan nafas terakhir Minggu (17/3/2019).

“Sebelumnya, adiknya yang sakit dan dibawa ke rumah sakit. Tapi bisa sembuh, lalu kakaknya (korban) juga menyusul sakit dan hasil periksa terkena DB. Sempat dirawat di RS PKU Solo, tapi almarhum tidak tertolong,” paparnya Rabu (20/3/2019).

Menurutnya, selain Abu, masih ada beberapa warga di wilayah sekitar yang mengalami sakit serupa dalam sepekan terakhir. Namun sebagian sudah bisa sembuh. Wardoyo