JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Fenomena Caleg Unggulan Bernomor 02 di Sragen Bisa Berimbas Buruk. Hasil Simulasi, 50 % Pemilih Ternyata Salah Coblos ke Partai Gerindra 

Sugiyamto saat menunjukkan specimen surat suara untuk simulasi ke konstituennya. Foto/Wardoyo
Sugiyamto saat menunjukkan specimen surat suara untuk simulasi ke konstituennya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Fenomena sebagian besar calon anggota legislatif (Caleg) kuat bernomor urut 02 yang akan berlaga di kontestasi Pileg 2019 di Sragen, dinilai berpotensi menguntungkan parpol bernomor urut 02 yakni Gerindra.

Pasalnya dari simulasi yang dilakukan oleh salah satu caleg PDIP menunjukkan hampir 50 persen atau separuh pemilih yang berusia lanjut, ternyata masih salah menerjemahkan arahan mencoblos.

Arahan mencoblos serial caleg bernomor urut dua baik di DPR RI, DPRD Jateng maupun DPRD Sragen, ternyata sebagian besar masih meleset. Hasil simulasi, banyak yang coblosannya justru mendarat di partai nomor urut 02 yakni Gerindra.

Fakta itu disampaikan salah satu caleg DPRD Sragen asal PDIP Dapil Sragen 01, Sugiyamto. Caleg bernomor urut 02 itu kebetulan sudah menggelar simulasi pencoblosan ke konstituen di beberapa wilayah basisnya dalam beberapa waktu terakhir.

“Hasilnya ternyata 50 persen meleset dan malah mencoblos partai nomor urut dua. Padahal sejak awal kita sosialisasi dan arahkan untuk mencari gambar partai dulu, lalu dicari nomor urut dua baru dicoblos. Saat kita beri penjelasan ya sepertinya paham, tapi faktanya masih banyak yang salah. Mungkin masih bingung sehingga akhirnya nyoblosnya nomor dua. Ini saya sampaikan agar menjadi perhatian bagi Caleg lain utamanya PDIP,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (18/3/2019).

Baca Juga :  Geger Karyawan PG Mojo Sragen Ditemukan Tewas di Ranjang Rumah Kontrakannya. Sempat Ikut Ronda Malam, Jasadnya Dievakuasi Petugas Berpakaian APD Lengkap

Menurut mantan Ketua DPRD Sragen periodd 2014-2016 itu, potensi salah coblos ke partai nomor urut dua itu bisa sangat terbuka. Terlebih, hampir sebagian besar Caleg kuat dan berlabel unggulan di parpol mapan, juga menempati nomor urut dua.

Seperti di PDIP, sebagian caleg DPRD Sragen yang unggulan juga ada di nomor dua. Kemudian di Caleg DPR RI, unggulannya di Sragen dari PDIP yakni Agustina WP juga bernomor urut dua.

Tak hanya PDIP, fenomena serupa juga ada di parpol lain seperti Golkar. Menurutnya hampir semua Caleg unggulan di DPRD Sragen dari partai Golkar juga menempati nomor urut dua menyelaraskan caleg unggulan DPR RI, Agus Fatchur Rahman yang juga bernomor urut dua.

“Nah, demam coblos nomor urut dua ini akhirnya membuat masyarakat utamanya yang berusia lanjut akhirnya hanya membayangkan mencoblos nomor dua tapi yang dicoblos partai nomor urut dua. Dan fenomena coblos nomor dua dan caleg unggulan di nomor dua ini hanya terjadi di Sragen. Apalagi kertas surat suaranya lebar, dan ada beberapa lembar surat suara yang harus dicoblos sehingga mungkin bisa membingungkan mereka. Makanya dari fakta itu, kami ingin menyampaikan utamanya bagi Caleg PDIP untuk lebih cermat dalam melakukan sosialisasi agar tidak salah mencoblos,” terangnya.

Baca Juga :  Awas, 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Sragen Belum Terlacak Sumber Penularnya. Berikut Daftar 4 Tambahan Pasien Positif Tanggal 18 September!

Sementara, Sekretaris DPD Partai Golkar Sragen yang juga Caleg DPRD Sragen Dapil Sragen IV, Sri Pambudi mengaku sejauh ini belum melihat ancaman salah coblos ke partai nomor dua itu.

Meski belum melakukan simulasi, ia mengatakan selama ini antisipasi salah coblos itu sudah terus dilakukan.

Yakni dengan sosialisasi intensif dengan mengarahkan cara mencoblos mulai dari memilih gambar parpolnya terlebih dahulu, lalu mencari nomor urut untuk dicoblos.

“Selama ini sosialisasi kami, pertama cari gambar partainya dulu, baru cari nomor urut yang dicoblos. Misalnya untuk saya, cari gambar Golkar dulu baru dicoblos urut dua nama saya.  Begitu juga di DPR RI, arahan kami juga sama. Tapi itu masukan yang bagus, agar teman-teman juga bisa lebih antisipatif lagi dan lebih intens menyosialisasikan cara mencoblos,” terangnya. Wardoyo.