JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

BPR Cita Dewi Tingkatkan Kinerja SDM Berbasis Coaching

suharno
Dok Suharno

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam rangka menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif dalam jasa keuangan, BPR Cita Dewi menggelar workshop Penerapan APU PPT dan Pemberdayaan Teamwork Berbasis Coaching, Sabtu (9/3/2019).

Workshop  berlangsung di Adiwangsa Hotel dan diikuti 36 peserta, baik dari jajaran pemegang saham pengendali, komisaris, direksi dan karyawan. Workshop menampilkan fasilitator, Direktur Amalia Consulting, Suharno.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BPR Cita Dewi, Yanni Teguh Haryanto berharap agar memasuki tahun politik kinerja dan produktivitas bisa lebih meningkat dan dapat melampui target.

“Semuanya bisa kita raih bila tim kerja solid dan memiliki kematangan jiwa. Namun hal itu harus didukung dengan keterampilan komunikasi. Salah satunya adalah menguasi prinsip-prinsip coaching,” paparnya, sebagaimana dikutip dalam rilis yang dikirim ke Joglosemarnews.

Lebih lanjut, Yanni Teguh Haryanto mengingatkan, meraih sukses tidak bisa dilakukan sendirian. Cara kerja one man show, menurutnya,  harus segera ditinggalkan.

Baca Juga :  Sumbang 10 Kasus, Klaster Perkantoran di Kecamatan Jebres Tambah Daftar Panjang Kasus Covid-19 di Solo, Kini Total 628 Orang

Workshop yang dipandu Suharno, dosen Prodi Akuntansi dan MM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta itu berlangsung atraktif dan komunikatif.

Dalam kesempatan itu, Suharno memaparkan teamwork akan bisa optimal kinerja dan produktivitasnya bila setiap karyawan bisa menerapkan prinsip dan sesi coaching dengan efektif.

Baca Juga :  Dua Pelaku Penyerangan di Mertodranan Solo Kembali Ditangkap, Salah Satunya Adalah Juru Parkir

“Penerapan coaching akan membuat suasana kerja lebih nyaman dan bergairah. Karena masing-masing individu saling menghargai dan terbuka.  Kedudukan setara. Tidak ada yang menghakimi dan menyalahkan seseorang,” ungkapnya.

Akibat suasana yang nyaman potensi personal dan profesionalnya bisa berkembang secara optimal.

“Hasil penelitian menyebutkan, kegiatan training tanpa coaching hanya berdampak 22 persen. Namun bila dibarengi dengan coaching paska training, kinerja dan produktivitas meningkat hingga 88 persen,” ungkap Suharno. suhamdani