JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Guru Ngaji Jokowi Ungkap Curhatan Jokowi Soal Isu Hoax Yang Paling Menusuk dan Menyakitkan! 

Tuan Guru Bajang (TGB) bersama Gus Karim saat memberikan kesaksiannya soal sosok Jokowi di acara Talkshow Millenial di Gedung SMS Sragen, Senin (25/3/2019). Foto/Wardoyo
Tuan Guru Bajang (TGB) bersama Gus Karim saat memberikan kesaksiannya soal sosok Jokowi di acara Talkshow Millenial di Gedung SMS Sragen, Senin (25/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Guru ngaji Presiden RI, Jokowi, yakni KH Abdul Karim alias Gus Karim, mengungkap soal banyaknya serangan isu hoax yang ditujukan terhadap Jokowi. Namun dari banyak isu hoax yang diarahkan, Jokowi pernah menyampaikan curhatan jika ada isu hoax yang dinilai paling menusuk perasaan dan menyakitkan Jokowi.

Isu hoax yang dimaksud adalah isu yang menyebut Jokowi adalah PKI. Hal itu diungkapkan Gus Karim saat hadir sebagai pembicara di agenda Talkshow Millenial dan Kebhinekaan di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Senin (25/3/2019).

“Banyak hoax, tapi paling menusuk perasaan beliau (Jokowi) katakan kepada saya. Saya tuh sakit kalau dikatakan isu PKI. Beliau merasa skit sekali kalau ada isu yang mengatakan saya atau keluarga saya PKI,” ungkap Gus Karim di hadapan ribuan warga dan kader pendukung Jokowi yang hadir di gedung itu.

Baca Juga :  Tambah 4 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Menanjak Jadi 456. Tiga Pasien Dirawat di Rumah Sakit Solo, 684 Kontak Erat dan Total Sudah 59 Meninggal Dunia

Gus Karim kemudian meyakinkan bahwa isu PKI itu hanya hoax belaka. Ia juga memastukan dari silsilah keluarga maupun Jokowi pribadi, sama sekali tidak ada yang terlibat PKI.

“Ayah ibundanya, putra-putra beliau sama sekali tidak ada ke-PKI-an. Tidak ada. Yang ada justru keislaman beliau. Beliau islam, mantune, istrinya islam. Adik-adiknya islam semua. Ini yang oleh mereka kenapa kok digoreng terus. Kubu sebelah yang tidak, itu kok tidak pernah digoreng,” ujar Gus Karim.

Karenanya, ia sangat sependapat dengan pernyataan Jokowi saat kampanye perdana di Jogja dua hari lalu. Saat itu, Jokowi menyebut empat tahun dihina, empat tahun diisukan, mulai sekarang ia akan melawan.

Menurutnya, hal itu sering dikatakan oleh Jokowi kepadanya. Ia pun meminta jika sekiranya tak memilih Jokowi, tak masalah asalkan jangan mengisukan.

Termasuk isu soal Jokowi yang tak bisa mengaji dan melafalkan membaca Alquran.

Baca Juga :  Klaster Meluas 6 Pasien Positif Covid-19 Sragen Tulari 8 Orang, 2 Warga Positif Setelah Perjalanan dari Purwokerto dan Boyolali. Berikut Daftar 10 Pasien Positif dan 47 Sembuh Hari Ini!

Gus Karim pun memastikan isu itu adalah tidak benar. Sebaliknya, ia meyakinkan jika keislaman Jokowi luar biasa.

Pengasuh Ponpes  Az-Zayadyy Solo itu kemudian menyampaikan kesaksiannya tentang keislaman Jokowi dan ketaatannya beribadah fardhu maupun sunah.

“Saya mengenal Pak Jokowi sejak muda. Beliau sangat tekun beribadah. Salat yang dikerjakan pak Jokowi tidak hanya fardu, tetapi juga salat sunah,” ucapnya.

Gus Karim juga mengaku, bahwa Jokowi sering ke rumahnya dan ngobrol hingga dini hari. Ditengah pembicaraan sering meminta izin untuk mengambil wudhu untuk menjalankan salat sunah.

“Jadi salatnya itu luar biasa. Yang sering saya tahu itu malah salat tahajud. Beliau puasa tidak cuma bulan Ramadhan. Kalau bulan Rajab seperti ini beliau banyak berpuasa. Jadi keislamannya beliau itu luar biasa,” ujarnya. Wardoyo