JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Nikah Bareng di Bantul, Enam Pasang Pengantin Menikah di Atas Flying Fox , Hammock hingga Speedboat

Keenam pasang calon pengan berfoto bersama dan bersiap melakukan ijab di wahana akad nikah yang berbeda-beda. Jsnews/Kiki Dian S
Keenam pasang calon pengan berfoto bersama dan bersiap melakukan ijab di wahana akad nikah yang berbeda-beda.
Jsnews/Kiki Dian S

Raut  sumringah penuh kebahagiaan tergambar jelas pada wajah enam pasang calon pengantin begitu memasuki pelataran Taman Tempuran Cikal Srimulyo,Piyungan, Bantul. Rabu (20/3) pagi tadi, mereka hendak mengikuti Nikah Bareng Pemilu Damai 2019 anti hoax yang digelar oleh Fortais Sewon Bantul bekerjasama dengan Pokdarwis Tirto Girimulyo Piyungan.

Make up yang menawan, mengenakan pakaian pengantin dari beberapa daerah  penuh warna semarak, keenam calon pengantin bersiap menunggu momentum akad nikah mereka masing-masing. Kali ini sudah ditentukan oleh panitia, masing-masing pengantin menggelar ijab qabul di lokasi yang berbeda. Ada rumah pohon (rumah luwak), di atas hammock (kain yang menggantung di atas pohon), di atas flying fox, di atas kapal, di atas speedboat dan naik kano.

Ikhwal pemilihan enam tempat ijab yang berbeda ini menurut Ketua Pelaksana Golek Garwo & Nikah Bareng RM. Ryan Budi Nuryanto sesuai tema yang melandasi event tersebut yakni Unity in Diversity. Persatuan dalam perbedaan,demikian makna yang diungkap dalam tema tersebut, diharapkan dengan tempat menikah, tempat ijab yang berbeda-beda para calon pengantin tersebut akan tetap berbahagia karena tujuannya sama yakni menikah.

Baca Juga :  Jaringan Air Bersih Warga 3 Kelurahan di Lereng Merapi Rusak Dilanda Banjir Lahar Dingin
Salah satu pasangan calon pengantin menunggu penghulu untuk ijab qabul di atas hammock.
Jsnews/Kiki Dian S

“Dengan nikah bareng ini harapannya bisa membawa virus keanekaragaman tapi tetap bersatu. Digambarkan dalam wahana yang berbeda-beda tapi tujuannya  menikah,”terang Ryan dalam sambutannya.

Dan Taman Tempuran Cikal Piyungan yang hari ini sekaligus diresmikan tersebut sesungguhnya menjadi tempat pertemuan dua sungai (sungai) yakni Kali Gawe dan Kali Opak. Ibaratnya sebuah kekuatan besar dalam perpolitikan saat ini menghadapi Pemilihan Presiden.

“Namun dua kekuatan besar itu pasti bersatu untuk kemajuan bangsa. Dan sebagai masyarakat hendaknya tidak begitu saja pada hoax yang akhir-akhir ini banyak terjadi, “pintanya.

Usai pembukaan, keenam calon pengantin dominan berasal dari Bantul,  bersiap menempati lokasi ijab mereka masing-masing.  Pasangan tertua Utomo (57) dan Sri Mujiati (53), justru mendapat tempat ijab yang tinggi yakni di rumah pohon.

Baca Juga :  Banjir Lahar Merapi, Bencana yang Membawa Rezeki

Sementara itu pasangan kedua, tampak bersiap di hammock tak jauh dari rumah pohon tersebut. Nurahman Popo (33) dan Dian Yulistianti  (36) duduk santai di hammock warna abu-abu gelap. Keduanya menunggu sang penghulu yang sedang bergiliran menikahkan pengantin lainnya. Ada yang unik, ketika hammock kuning di depan mereka diduduki oleh penghulu dan seorang saksi. Terlihat kekhawatiran dan celotehan dari para pengunjung, takut tali atau hammocknya putus mengingat penghulu dan saksinya berbadan subur. Namun untunglah, pengucapan ijab oleh Nurahman berjalan lancar, dan tepuk tangan serta merta membahana dari berbagai sudut.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua