JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Parah, Profesor Ini Memalsukan Tesis Orang demi Meloloskan Putrinya!

Ilustrasi/tempo.co

SEOUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ternyata, kasus kecurangan di dunia pendidikan tak cuma terjadi di Indonesia.
Di Korea Selatsn pun, bahkan seorang profesor malah rela mengorbankan nama baiknya dengan melakukan praktik tidak terpuji agar anaknya bisa masuk sekolah favorit.
Modusnya, sang profesor di  sebuah universitas di Seoul, Korea Selatan, memaksa mahasiswa untuk menuliskan tesis bagi putrinya agar bisa masuk ke sebuah sekolah elit kedokteran gigi.

Prosefor ini mengajar di Sungkyunkwan University dan meminta mahasiswa pasca sarjana untuk mengadakan uji coba tiga bulan.

Dia juga meminta mahasiswa memalsukan hasil penelitiannya sebelum putrinya mempublikasikan hasil temuan ilmiah itu di jurnal atas nama putrinya itu.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

“Putri profesor ini memasukkan tesis itu dalam aplikasi untuk masuk ke sekolah kedokteran gigi elit di Seoul National University,” begitu dilansir Channel News Asia,  Selasa (26/3/2019).

Putri profesor itu berhasil masuk ke sekolah kedokteran elit pada 2018. Selama ini, Korea Selatan dikenal memiliki tingkat kompetisi yang sangat tinggi dalam sistem edukasinya.

“Kementerian Pendidikan berencana meminta universitas tempat dia mengajar untuk mengeluarkan profesor itu,” begitu kata seorang pejabat pemerintah.

Kemampuan akademis menjadi sentral dalam menentukan kesuksesan saat dewasa. Mereka yang memiliki nilai akademis bagu bisa mendapatkan pekerjaan bagus, status sosial tinggi dan pernikahan yang bagus.

Para orang tuar merasa tertekan karena ingin mengirim anak-anak mereka masuk sekolah top. Ini membuat mereka kerap menghiasi pemberitaan karena terlibat kecurangan. Seorang guru sekolah ketahuan mencuri lembaran ujian untuk putrinya pada tahun lalu.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umroh secara Bertahap. Jemaah Luar Negeri Diizinkan Datang Mulai 1 November 2020

Sejumlah politisi terkenal termasuk Menteri Pendidikan, Yoo Eun-hae, telah meminta maaf atas pelanggaran etika terkait proses pendidikan anak-anak mereka.

Yoo mengakui telah memalsukan alamat rumah agar bisa memasukkan putrinya ke sebuah sekolah dasar terkenal di Seoul pusat.

Media Korea Herald, misalnya, melansir dua orang anak kembar direkomendasikan agar dikeluarkan dari sekolah karena curang dalam ujian pada November 2018. Seorang guru di Korea Selatan telah membocorkan jawaban ujian kepada kedua siwa yang merupakan dua putri kembarnya.

www.tempo.co