JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ratusan Pesilat Berbakat Unjuk Kebolehan di Kejuaraan PSHT Cup II Cabang Sragen Pusat Madiun. Dukungan Mengalir Dari Ngawi Hingga Osaka Jepang 

Suasana pertandingan penyisihan Kejuaraan Pencak Silat Pelajar PSHT Cup II Cabang Sragen Pusat Madiun di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (23/3/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Suasana pertandingan penyisihan Kejuaraan Pencak Silat Pelajar PSHT Cup II Cabang Sragen Pusat Madiun di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (23/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ratusan atlit pencak silat dari perguruan setia hati terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun memastikan diri ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Pelajar PSHT Cup II Cabang Sragen Pusat Madiun. Mereka akan bersaing menjadi yang terbaik dalam kejuaraan rutin yang digelar internal PSHT se-Cabang Sragen tersebut.

Kejuaraan silat pelajar yang diprakarsai PSHT Cabang Sragen itu dipusatkan di GOR Diponegoro Sragen dan resmi dibuka, Sabtu (23/3/2019) tadi pagi.  Ratusan atlet silat tersebut akan berlaga selama dua hari hingga final Minggu (24/3/2019) besok.

Ketua Panitia Pelaksana, Suyatno mengungkapkan kejuaraan PSHT Cup II itu diikuti total 251 peserta. Mereka datang mewakili 20 kontingen dari kecamatan maupun ranting yang ada di Sragen.

Menurutnya, kejuaraan akan digelar selama dua hari diawali dengan babak penyisihan di hari pertama dan babak final di hari kedua.

“Kejuaraan ini rutin dan sudah diagendakan di Rakercab setiap dua tahun selali. Akan tetapi apabila ada sponsor atau dulur-dulur yang mau mengadakan secara mandiri, ya bisa diadakan juga,” paparnya di sela memantau pertandingan.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-47, KNPI Sragen dan Pemuda Diminta Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada. Bupati Pesan Agar Ikut Bantu Tangani Covid-19

Lebih lanjut, Suyatno menguraikan tujuan utama dari kejuaraan itu adalah untuk memupuk rasa persaudaraan dan ajang silaturahmi di kalangan semua warga PSHT se-Cabang Sragen.

Lebih dari itu, lewat kejuaraan diharapkan bisa menggali dan mengasah bibit-bibit atlet silat yang potensial dan bisa mengharumkan nama PSHT serta daerah lewat olahraga silat.

“Karena biasanya atlet-atlet yang juara di event ini nanti akan ditunjuk mewakili PSHT di ajang-ajang kejuaraan internal cabang sragen. Entah di pertandingan IPSI atau di turnamen lainnya. Satu lagi nanti yang juara akan dapat piagam dan sertifikat yang bisa menjadi poin tambahan ketika penerimaan peserta didik baru (PPDB)ke SMA,” terang Suyatno.

Dalam kejuaraan kali ini, lanjutnya, mempertandingkan kelompok pelajar SMP dan SMA untuk kategori putra maupun putri. Kemudian kelas silat seni yang mempertandingkan seni tunggal maupun ganda.

Tak hanya antusiasme peserta yang cukup banyak, kejuaraan kali ini juga dinilai sangat semarak. Sebab, partisipasi dan dukungan banyak berdatangan dari dulur-dulur yang ada di setiap kecamatan.

“Yang bikin bangga juga, dukungan juga datang dari dulur PSHT cabang khusus di Osaka, Jepang sana. Kemudian ada dukungan pula dari dulur PSHT di Ngawi, Jatim,” tandasnya.

Baca Juga :  Alhamdulillah, 6 Warga Sragen Positif Covid-19 Kembali Sembuh. Dua Orang Asal Tanon Termasuk Bocah 12 Tahun dan 2 Pasien Klaster Pasar Geyer Grobogan asal Gemolong
Ketua Panitia Penyelenggara, Suyatno (paling kanan) berpose bersama perwakilan IPSI dan panitia lainnya. Foto/Wardoyo

Sementara, selain jajaran pengurus Cabang dan Ranting, pembukaan kejuaraan tadi pagi juga dihadiri sejumlah tokoh Forkompida Sragen. Di antaranya Sekda Tatag Prabawanto dan Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto.

Sekda mengatakan mendukung penuh kegiatan kejuaraan seperti itu karena bisa menjadi ajang menggali bibit-bibit atlet beladiri utamanya silat di Sragen. Ia berpesan agar semua atlet yang bertanding bisa menjaga sportivitas serta mengedepankan semangat paseduluran.

“Kalah menang itu wajar dalam sebuah kompetisi. Tapi yang terpenting semangat menjaga persatuan, saling menghargai dan menjaga kondusivitas, itu jauh lebih utama,” terangnya.

Senada, Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto juga mendorong agar PSHT tumbuh menjadi organisasi perguruan beladiri yang makin besar. Kemudian mampu menelorkan atlet-atlet beladiri yang bisa mengharumkan nama organisasi maupun Sragen di kancah yang lebih tinggi.

“Yang tak kalah pentingnya, adalah semangat tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan serta memberi kemanfaatan bagi masyarakat,” tandasnya. Wardoyo