loading...
Loading...

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Ratusan warga Dusun Ngelosari, Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, menggelar aksi unjuk rasa ke balai desa setempat, Rabu (27/03/2019). Dengan membawa sejumlah poster, warga menuntut agar Sugiyatmo dicopot dari jabatannya sebagai kepala dusun atau bayan karena dinilai tidak tegas dan diduga melakukan penyimpangan saat melakukan pembangunan talud.

Warga membentangkan spanduk, di antaranya bertuliskan “Turunkan Bayan”, “Sugiyatmo Bukan Bayanku” serta berbagai tulisan yang menginginkan agar kepala dusun dicopot dari jabatannya.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Penyebab Adanya 2.200 Janda Baru di Karanganyar. Faktor Ekonomi dan Selingkuh Jadi Pemicu 

Selanjutnya, perwakilan warga beraudiensi dengan Pemerintah Desa (Pemdes), serta camat Jumantono, Sundoro.

Wardoyo, salah satu warga, usai melakukan audiensi, kepada wartawan mengatakan aksi demo terpaksa digelar karena menilai kepemimpinan Sugiyatmo sebagai kepala dusun telah membuat resah.

“Persoalannya banyak. Diantaranya tidak melakukan sosialisasi saat pemilihan kepala dusun, tidak netral dalam pemilihan kepala desa. Serta melaksanakan pembangunan desa tidak transparan. Kami menuntut agar kepala dusun ini segera dicopot dari jabatannya. Kami tidak mau lagi dipimpin oleh Sugiyatmo sebagai kepala dusun,” tegasnya, Rabu (27/03/2019).

Baca Juga :  Harga Cabe Rawit Makin Mahal, Penjual Mie Ayam di Karanganyar Pilih Campuri Dengan Ini.. 

Menurut Wardoyo, seluruh warga memberikan tenggat waktu hingga 1 Mei 2019 kepada pemerintah desa dan kecamatan agar memberhentikan kepala dusun.

Jika tuntutan warga tidak ditanggapi, Wardoyo menegaskan warga akan melakukan upaya hukum dan melaporkan penyimpangan yang dilakukan oleh  kepala dusun kepada aparat kepolisian.

Sementara aitu, Camat Jumantono, Sundoro Budy Karyanto, mengaku belum bisa mengambil tindakan atas tuntutan warga ini. Menurut Sundoro, pihaknya akan meminta keterangan kepada kepala dusun mengenai laporan warga  yang disampaikan melalui aksi demonstrasi ini.

Baca Juga :  Polres Karanganyar Bongkar Praktik Pencurian Listrik Oleh BTL Nakal. Tarif Rp 30 Juta Untuk Tambah Daya 23.000 Watt, Ternyata Listriknya Dicurikan Los Strom 

“ Tuntutan warga agar kepala dusun dicopot. Kita juga tidak serta merta mengambil keputusan atas tuntutan warga tersebut. Untuk sementara, kita akan klarifikasi kepada kepala dusun dulu, sebelum mengambil keputusan,” ujarnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...