JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Takmir Masjid NU Se-Soloraya Sepakat Tolak Kegiatan Kampanye dan Kepentingan Politik di Masjid 

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Memasuki masa kampanye rapat terbuka pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama Se – Soloraya sepakat untuk melakukan pencegahan agar masjid tidak dijadikan sebagai alat atau tempat untuk media politik. Mereka sepakat melarang masjid dan tempat ibadah disalahgunakan untuk kegiatan berkampanye.

“Maka dari itu dalam kegiatan konsolidasi ini, saya berharap agar masjid itu jangan sampai ikut dijadikan sebagai media kampanye kepentingan politik sesaat. Takmir masjid harus bisa mengamil sikap,” kata Sekretaris Pengurus Pusat LTMNU Kyai Ibnu Hazen, saat membuka rapat konsolidasi kemarin.

Baca Juga :  Gudang Kayu di Tasikmadu Terbakar, Diduga Konsleting dari Pompa Air

Ibnu mengungkapkan dari data yang ia terima, ada sekitar 1 juta 40 masjid di Indonesia yang 80 persennya dibangun oleh warga Nahdiyin.

Ia juga menyebut ada sekitar 800.000  masjid yang ada di Indonesia ini harus direvitalisasi utamanya perihal peran dan fungsinya.

“Kalau ini bisa dimaksimalkan otomatis ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” urainya.

Baca Juga :  Tilang Cewek ABG Anggota Perguruan Silat Yang Gleyer-gleyer Pakai Mobil Mewah, Polisi Karanganyar Kaget Saat Geledah Mobil. Ternyata di Dalamnya Ada 3 Cewek dan 2 Cowok Usia SMA

Di bagian akhir, ia mengingatkan agar warga Nahdiyin lebih peka dan mengedepankan upaya pencegahan terhadap pemanfaatan masjid yang disusupi kepentingan politik atau kegiatan bertentangan lainnya.

“Warga nahdliyin tidak sadar kalau saat ini masjid itu digunakan untuk kepentingan pribadi, politik hingga gerakan – gerakan radikal. Maka dari itu saat ini peran serta teman – tema takmir bisa dioptimalkan,” ucapnya. Wardoyo