JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terungkap, BKN Sebut Utang Jadi Penyebab PNS Malas Bekerja

Ilustrasi peserta seleksi CPNS saat mengerjakan tes CAT di Gor Diponegoro Sragen. Foto/Wardoyo
Ilustrasi peserta seleksi CPNS saat mengerjakan tes CAT di Gor Diponegoro Sragen. Foto/Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM Utang disebut menjadi faktor penyebab pegawai negeri sipil (PNS) malas bekerja. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Regional VII, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Palembang, Agus Setiadi.

Hal yang menyebabkan PNS malas bekerja itu disampaikan Agus saat acara penyerahan SK CPNS di Kabupaten Bangka Barat, Jumat (29/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Agus mengingatkan agar para CPNS yang berasal dari luar daerah untuk segera beradaptasi.

“Buatlah Bangka Barat ini menjadi lebih baik, lebih membanggakan. Tunjukkanlah kinerja kalian dan bersikap baik dengan lingkungan yang baru ini,” kata Agus Setiadi dalam acara penyerahan SK CPNS di Kabupaten Bangka Barat, Jumat (29/3/2019).

Dia membeberkan, 248 CPNS yang menerima SK, sebenarnya dalam proses tes hanya 8 persen saja yang lulus berdasarkan passing grade.

Sebagian lagi banyak yang tidak lulusnya.

Tetapi, CPNS yang tidak mencapai passing grade mendapatkan keberuntungan dan keberkahan.

Pemerintah akhirnya meluluskan mereka sebagai CPNS.

Kepada para CPNS dan ASN, Agus juga mengingatkan agar hidup sederhana.

SK CPNS yang dimiliki agar tidak digadaikan ke bank.

“Dari hasil survei kita ternyata penyebab ASN ini malas bekerja karena utang. SK mereka digadaikan ke bank. Akhirnya tidak terbayar, dikejar debt collector (penagih utang) dan tidak masuk kerja. Kalau pun kerja malas-malasan,” ujar Agus.

Baca Juga :  Masa Penahanan Bupati Bogor  Ade Yasin dan 7 Tersangka Lainnya Diperpanjang 40 Hari

Terkait dengan pemilu, sejak memegang SK CPNS diminta untuk tidak like atau share konten-konten yang berkaitan dengan politik. Pasalanya, bila sampai ketahuan dan ada aduan, CPNS ini bisa digagalkan jadi PNS.

“Sementara ini tahan dulu. Tidak usah like and share. Kalau ada yang ngirim-ngirim seperti itu tutup saja,” pesan Agus.

Kenaikan Gaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, kenaikan gaji ASN, TNI-Polri dan pensiunan sudah ada di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Presiden Joko Widodo kata Sri Mulyani, juga sudah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) terkait kenaikan gaji tersebut.

Saat ini kementerian dan lembaga sedang melakukan konfirmasi berapa jumlah pegawai dan kenaikan dari gaji pegawainya sesuai dengan undang-undang.

Lantas kapan kenaikan gaji itu cair? Perempuan yang kerap disapa Ani itu memastikan pencairan tak akan lama lagi.

“Pada April nanti, awal April waktu pembayaran gaji, setiap kementerian dan lembaga yang sudah konfirmasi, bisa kami bayarkan (gaji dan kenaikan gajinya),” ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (19/3/2019) seperti dilansir kompas.com.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga memastikan, gaji yang akan dibayarkan pada awal April sudah termasuk kenaikan gaji dari Januari 2019.

Pencairan gaji ini biasa disebut dirapel.

Baca Juga :  Pemerintah Bekal Distribusikan Migor Seharga Rp 14.000 ke 5.000 Lokasi

Total rapel gaji yang akan dicairkan pada awal April mencapai Rp 2,61 triliun.

Terdiri dari gaji PNS pusat, TNI, Polri dan pensiunan.

Sementara itu untuk ASN daerah, kenaikan gaji sudah diperhitungkan di dalam transfer Dana Alokasi Umum (DAU) ke daerah.

Jadi masing-masing di daerah juga melakukan proses untuk kenaikan gaji tahun 2019 sesuai UU APBN.

Untuk TNI, daftar kenaikan gaji berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 16/2019 tentang Perubahan Kedua Belas atas PP 28/2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Berdasarkan PP nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan kedua belas atas PP nomor 28 tahun 2001 tentang perubahan gaji anggota Tentara Nasional Indonesia, berikut daftar kenaikan gaji personel TNI.

1. Gaji Tamtama

TNI Tamtama golongan I dengan pangkat paling rendah Prajurit Dua Kelasi Dua mendapat gaji Rp 1.643.500 dengan masa kerja 0 tahun.

Sebelumnya hanya mendapat Rp 1.565.200.

Sementara itu untuk gaji paling tinggi untuk jajaran Tamtama yakni dengan pangkat Kopral Kepala dengan masa kerja 28 tahun sebesar Rp 2.960.700.

Sebelumnya mendapat Rp 2.819.500.

2. Gaji Bintara

Untuk jajaran Bintara, berpangkat Sersan II dengan masa kerja 0 tahun mendapat Rp 2.103.700.

Sebelumnya hanya mendapat Rp 2.003.300.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua