JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, PNS Sragen Yang Tewas Ngamar di Hotel Surya Sukowati Disebut Bertugas di Koperasi Dinas Pendidikan 

Tim PMI dan Inafis Polres Sragen saat mengevakuasi jenasah PNS asal Gringging, Sambungmacan yang teas di kamar hotel Surya Sukowati, Jumat (15/3/2019). Foto/Wardoyo
Tim PMI dan Inafis Polres Sragen saat mengevakuasi jenasah PNS asal Gringging, Sambungmacan yang teas di kamar hotel Surya Sukowati, Jumat (15/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Wagiyo (61) di Hotel Surya Sukowati Sragen Kamis (14/3/2019) malam kembali memunculkan fakta baru. Pria yang ditemukan dalam kondisi telanjang itu diketahui bertugas di Koperasi Dinas Pendidikan Sragen.

Yang bersangkutan juga diketahui sudah pensiun dari PNS per 2018 lalu. Hal itu disampaikan sejumlah kolega terdekat, Jumat (15/3/2019).

“Memang yang bersangkutan tugasnya di koperasi Disdik. Namun sudan pensiun, jadi sudah nggak PNS lain,” papar DI, salah satu PNS Dinas Pendidikan Sragen kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (15/3/2019).

Senada, Kapolsek Sidoharjo AKP Agus Taruna mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan korban memang diketahui merupakan pegawai di Koperasi Disdik Sragen.

“Yang bersangkutan merupakan pegawai di Koperasi Dinas Pendidikan,” ujar Kapolsek.

Wagiyo yang dalam identitasnya diketahui berprofesi sebagai PNS itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar VIP nomor 2.

Fakta itu terungkap dari hasil olah TKP kepolisian Jumat (15/3/2019) pagi.

Data yang dihimpun di kepolisian, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kamar VIP 2 Hotel yang berlokasi di Jalan Raya Sragen – Solo KM 3,  Mungkung RT 07/10, Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen itu.

Baca Juga :  Tambah 9 Pasien Lagi, Berikut Daftar Lengkap Warga Terpapar Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Tujuh di Antaranya Pegawai RSUD Sragen!

“Korban ditemukan meninggal di ranjang kamar VIP no 2. Saat ditemukan memang kondisinya tak memakai pakaian apa pun,” papar Kapolsek Sidoharjo, AKP Agus Taruna, mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Kapolsek menguraikan dari keterangan petugas hotel, pria asal Dukuh Gringging RT 11/3, Gringging, Sambungmacan itu datang ke hotel dengan membawa mobil. Namun petugas tak mengetahui apakah di dalam mobil ada orang lain atau perempuan yang diduga berkencan dengan korban.

“Dia datang ke hotel dengan mobil yang dimasukkan ke parkiran. Saat masuk memang korban sendirian. Tapi apakah ada orang lain, sampai sekarang masih didalami,” terangnya.

Perihal indikasi korban tewas akibat over dosis dan berkencan, Kapolsek belum berani berkomentar. Namun ia memastikan tidak ada barang bukti seperti obat kuat atau benda mencurigakan lainnya.

Saat kejadian, tidak ada orang lain di dalam kamar. Seperti diberitakan,Wagiyo yang kelahiran 5 Maret 1958 dan berdomisili di Dukuh Gringging, RT 11/3, Gringging, Sambungmacan, Sragen itu ditemukan tewas sekitar pukul 21.30 WIB. Ironisnya ditemukan, kondisi korban dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana.

Baca Juga :  35 Perajin Batik Masaran Sragen Digelontor Bantuan dan Bimtek dari Kementerian Perindustrian. Direktur IKM Berharap Industri Batik Sragen Makin Berkembang, Pemasaran Online Mulai Bangkitkan Gairah Perajin

Menurut Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sidoharjo, AKP Agus Taruna, kejadian diketahui kali pertama oleh karyawan hotel Surya Sukowati. Pihaknya baru mendapat laporan setengah jam dan langsung terjun melakukan olah TKP.

“Dari hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas serta tim Inafis Polres, tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Saat pertama kali ditemukan, kondisinya memang telanjang bulat. Tapi apakah korban bersama teman lain, yang jelas saat kali pertama kami cek, di kamar itu korban sendirian,” paparnya Jumat (15/3/2019).

Kapolsek menguraikan korban diduga meninggal akibat sakit. Perihal kemungkinan berhubungan badan sebelum meninggal, Kapolsek enggan berkomentar.

“Dari keterangan petugas hotel, dia datang kali pertama masuk dengan mobil. Saat turun memang sendiri, soal apakah di dalam mobil ada orang lain, kami tidak tahu,” tandasnya. Wardoyo