JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai Dapat Rp 307 Juta, Pembobol PT K33 Masaran Sragen Langsung Foya-foya. Beli Truk Rp 200 Juta dan Borong Dagangan 400 Karton Migor 

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Harno dan Kasubag Humas AKP Agus Jumadi saat menunjukkan barang bukti tumpukan karton minyak goreng dan truk yang dibeli tersangka pembobol PT K33 Masaran di Mapolres Sragen, Rabu (27/3/2019). Foto/Wardoyo
Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Harno dan Kasubag Humas AKP Agus Jumadi saat menunjukkan barang bukti tumpukan karton minyak goreng dan truk yang dibeli tersangka pembobol PT K33 Masaran di Mapolres Sragen, Rabu (27/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kelakuantersangka pencurian di Gudang PT K33 Distribusi Dukuh Rejosari, Desa Jati, Kecamatan Masaran, Sragen semakin terkuak.

Pemuda bernama Kholihul Syafa’at (24), warga Desa Macanan, Kecamatan Jogorogo,  Kabupaten Ngawi, Jawa Timur itu diketahui langsung berfoya-foya usai membobol brankas berisi Rp 307 juta dari kantor bekas tempatnya bekerja di Masaran, Sragen itu.

Tersangka yang dibekuk dalam sebuah penggerebekan di Ngawi, Sabtu (23/03/2019) itu mengaku uang hasil pembobolan dia gunakan untuk membeli truk dan borong dagangan untuk usaha.

“Jadi uang Rp 307 juta yang digasak itu digunakan untuk beli truk senilai Rp 200 juta untuk operasional usahanya. Lalu membeli minyak goreng sebanyak 400 karton minyak goreng yang katanya akan dijual lagi,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Harno dan Kasubag Humas AKP Agus Jumadi saat konferensi pers di Mapolres Rabu (27/3/2019).

Baca Juga :  Muncul Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Sragen. CD asal Sidoharjo Tulari 3 Orang, 3 Orang Juga Positif Tertular dari Mendiang Ustadz Habib MA

Dari pembelian itu, uang masih tersisa Rp 30,8 juta. Menurut keterangan tersangka, truk dibeli di daerah palur. Sedangkan minyak goreng dibeli untuk dijual lagi.

“Rencananya barang akan dijual lagi. Minyak gorengnya udah laku sekitar 50 karton untungnya sekitar Rp 200an ribu Mas,” ujar tersangka.

Kapolres menjelaskan selain menggasak uang, tersangka juga mengambil HP milik kantor. Dari tangan tersangka, selain truk dan sisa migor yang belum terjual, petugas juga mengamankan barang bukti.

Baca Juga :  PSBB Jakarta Jadi Mimpi Buruk bagi Sragen, Omzet Puluhan Perajin Batik Makin Anjlok. Pemilik Batik Brotoseno: Baru Saja Mau Bangkit, Kini Ambles Lagi!

Di antaranya kunci truk, tas yang digunakan menggondol uang, serta beberapa barang yang ditemukan di lokasi penggerebekan.

Saat ditanya apakah ada yang membantu aksinya, tersangka geleng kepala. Ia mengaku hanya nekat masuk ke kantor dan tidak tahu jika di dalamnya ternyata brankas penuh uang.

“Kalau jumlahnya di brankas nggak tahu, tapi kalau tempatnya tahu. Dia ini bejo sekali, begitu masuk dapat uang sebanyak itu,” tukas Kapolres.

Kapolres menambahkan tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. Wardoyo