loading...
Loading...
Iustrasi gigi anak. pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Untuk menpunyai gigi yang sehat telah selaknyanya perawatan dilakukan sejak dini atau anak-anak. Selain rutin mengunjungi dokter gigi, rupanya ada beberapa langkah mudah yang dapat diterapkan orang tua kepada anak saat berada di rumah.

Apa sajakah itu? Hal pertama yang terbilang masih sangat susah namun sebenarnya tak asing ialah menyikat gigi dua kali sehari. Dokter gigi Ratu Mirah Afifah mengatakan bahwa sangat minim orang tua yang menyikat gigi sebanyak dua kali sehari. Akibatnya, anak-anak pun mengikuti apa yang orang tuanya lakukan.

Baca Juga :  Peduli Kesehatan Gigi di Usia Senja, RSGM Soelastri Adakan Penyuluhan dan Pemeriksaan

“Kebiasaan orang tua pasti turun ke anak. Jadi, alangkah baiknya untuk melakukan hal dasar dalam menjaga kesehatan gigi dengan menyikat dua kali sehari pada pagi dan malam hari,” katanya di acara Pepsodent Herbal Sahur Amal 2019: ‘Mulut Adem, Hati Adem’, di Jakarta pada Jumat, 26 April 2019.

Selanjutnya, menjaga konsumsi makanan dan minuman anak. Ratu mengatakan bahwa orang tua harus memperkenalkan anak pada buah dan sayuran sejak dini. Sebab, buah dan sayur dapat merangsang produksi air liur. Ini yang nantinya akan membersihkan bakteri pada mulut sehingga bau mulut dan penyakit lainnya pun hilang.

Baca Juga :  Anda yang Gendut, Awas Kanker Ginjal!

Masih seputar makanan dan minuman, Ratu juga meminta agar orang tua membatasi kandungan gula yang tinggi untuk anak-anak. “Permen, cokelat dan karamel harus dihindari karena sangat mungkin untuk menimbulkan lubang. Apalagi jika tidak dipadani dengan sikat gigi yang sesuai dengan anjuran,” katanya.

Baca Juga :  Apa Benar Penderita Diabetes tak Boleh Konsumsi Nasi Putih? Ini Penjelasannya

Lalu, yang terakhir dan tak kalah penting ialah menghindari mengkonsumsi susu melalui dot untuk menemani tidur anak. Sebab, Ratu mengatakan bahwa hal tersebut bisa membuat gigi anak terendam dengan gula. Bakteri amat senang tinggal pada tempat yang manis.

“Kalau karena alasan kenyamanan dan benar-benar harus ngedot, tidak papa. Asalkan diganti isinya. Dari susu menjadi air putih, misalnya,” katanya.

www.tempo.co

Loading...