loading...
bandara Kulonprogo
Ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA)  bakal menjalani uji coba minimum operasional akhir April 2019.

Demikian penjadwalan yang telah dilakukan oleh  PT Angkasa Pura (AP) I.

“Insya Allah tanggal 29 April 2019 kami sudah bisa mengadakan inagurasi (peresmian operasional bandara), tentu dengan terpenuhinya verifikasi seluruh parameter baik dari Kementerian Perhubungan dan lainnya,” ujar juru bicara proyek Bandara Kulon Progo, Agus Pandu Purnama, Senin (15/4/2019).

Untuk persiapan operasional minimum bandara yang kerap disebut New Yogyakarta Internasional Airport itu, PT Angkasa Pura I mulai mengumpulkan berbagai stakeholder yang menjadi bagian Airport Emergency Commitee dan Airport Security Commitee.

Mereka dikumpulkan untuk mengikuti Table Top Exercise atau semacam latihan kedaruratan.

Sebanyak 200 perwakilan berbagai instansi seperti kepolisian, TNI, pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit di sekitar bandara, bea cukai, balai karantina, pimpinan maskapai hingga Basarnas mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertajuk airport emergency planning itu.

Baca Juga :  Pemerintah Tegaskan Lagi, Pilkada Tak Akan Diundur, Tetap pada 9 Desember 2020

Selanjutnya, pada tanggal 22 April 2019 mendatang akan dilakukan pertemuan lagi dengan seluruh pihak maskapai penerbangan atau airline untuk mengikuti kegiatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA).

Dalam kegiatan itu pihak maskapai akan diminta melakukan assesment bandar terkait akses keselamatan dan keamanan penerbangan yang akan disediakan maskapainya.

Kemudian tiga hari menjelang inagurasi bandara, atau tanggal 26 April 2019 PT Angkasa Pura masuk tahapan melakukan simulasi operasional penerbangan. Simulasi ini meliputi lingkup full operation bandara.

Dalam simulasi ini seluruh komponen pendukung bandara seperti moda transportasi unit bus (Damri) dan juga kereta api ikut dilibatkan sesuai rute yang ditentukan.

Misalnya kereta api berhenti di stasiun Wojo, sudah ada bus Damri shuttle di stasiun itu guna membawa penumpang ke bandara.

Nantinya, dalam uji coba akan dibawa penumpang 175 orang yang kemudian melakukan check in di Bandara Kulon Progo, boarding hingga masuk ke pesawat.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Anak Tinggi, IDAI Usul, Kebijakan Belajar di Rumah Tetap Dilanjutkan

“Insyaallah Garuda Indonesia akan juga melakukan penerbangan simulasi ataupun uji coba pendaratan di bandara Kulon Progo ini,”ujarnya.

Baru pada tanggal 29 April 2019 bandara Kulon Progo bisa resmi beroperasi secara minimum atau melayani penerbangan secara terbatas. Pandu menuturkan sejumlah temuan verifikasi berbagai pihak soal bandara baru yang sifatnya minor itu, ditanggal 15 April 2016 semua catatan sudah diselesaikan.

Pandu menuturkan secara kesiapan fasilitas, hingga akhir April 2019 sudah tercapai 97 persen.

“Harapan kami di akhir April ini bandara Kulon Progo sudah melakukan penerbangan pertama ke luar negeri,” ujarnya.

Adapaun penerbangan luar negeri pertama yang dilayani di Bandara Kulon Progo itu meliputi penerbangan jurusan Yogya-Kuala Lumpur dan Yogya-Singapura. Penerbangan perdanas itu akan dilayani maskapai Air Asia dan Silk Air.

www.tempo.co