JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Kasus Meninggalnya Anggota DPRD Sragen Sugimin, Kapolres Wonogiri Sampaikan Tak Temukan Luka Fisik. Begini Keterangan Otopsi Dari Pihak RSUD Moewardi 

Foto kolase/Wardoyo

IMG 20190416 104032
Foto kolase/Wardoyo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Kematian tragis anggota DPRD Golkar sekaligus Caleg di Kabupaten Sragen bernama Sugimin (52) masih menyisakan misteri. Namun, dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyatakan tak menemukan luka fisik di tubuh anggota DPRD Fraksi Golkar Sragen itu.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti kepada wartawan Selasa (16/4/2019). Ia mengungkapkan kronologi awal pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait penemuan orang sakit.

Lokasi penemuan di pinggir jalan raya, sebelah SMP Negeri 1 Wonogiri, Selasa (16/4/2019) dini hari.

“Sewaktu anggota kami tiba di TKP, korban sudah dibawa ke RSUD Wonogiri. Lalu kami dapat kabar dari rumah sakit, korban sudah meninggal,” ujarnya kepada wartawan melalui telepon.

Baca Juga :  Video: Begini Cara Melakukan Razia dengan Pemeriksaan Kontak Badan di Dalam Rutan Kelas IIB Wonogiri saat Masih Ada Pandemi COVID-19

Uri memastikan tidak ada luka fisik di tubuh korban. Dia juga membenarkan pihak keluarga meminta autopsi jenazah untuk mengetahui penyebab kematian Sugimin.

“Kami rujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Ini masih proses autopsi. Kami masih lidik, sehingga tidak bisa menduga kematian korban murni karena tindak kriminal maupun sakit,”  tuturnya.

Perihal indikasi adanya penyebab lain, Uri enggan menduga. Ia tak mau berspekulasi soal penyebab kematian almarhum sebelum mengetahui hasil autopsi dari rumah sakit.

Terpisah, Humas RSUD Dr Moewardi, Eko Haryati mengatakan pihaknya masih melakukan autopsi jenazah Sugimin.

Baca Juga :  Miris, Kisah TKI Atau PMI Asal Wonogiri Jarno Alias Tri Sujarno yang Mengalami Kebutaan dan Terlunta-lunta di Malaysia, Berkat Kolaborasi Birokrasi dan Legislatif Akhirnya Bisa Kembali ke Kampung Halaman

“Ini baru dikerjakan. Ditunggui pihak kepolisian belum selesai. Hasilnya nanti langsung dibawa polres pemohon,” paparnya.

Menurutnya, hasil autopsi tak bisa disampaikan secara terbuka. Hasol otopsi hanya untuk kepentingan kepolisian.

Di sisi lain, keluarga dan warga masih menunggu kedatangan jenasah hingga pukul 17.45 WIB. Ratusan pelayat memenuhi kediaman almarhum di Dukuh Karangnongko RT 10/3, Masaran, Sragen sejak siang hari.

Seperti diberitakan, Sugimin ditemukan meninggal dalam posisi telungkup di depan kios sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban dibawa Nurwanto menggunakan mobil ke IGD RSUD Wonogiri. Sampai di IGD, dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia. (Aris Arianto/Tim JSNews)