JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Begini Ternyata Cara Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Sukoharjo

Bupati dan forkopimda Sukoharjo menjajal mesin pemanen padi di area persawahan Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari.

Mini combine
Bupati dan forkopimda Sukoharjo menjajal mesin pemanen padi di area persawahan Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari.

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Netty Harjianti mengungkapkan langkah peningkatan kesejahteraan petani.

Dia mengatakan, pada akhir 2018 Kabupaten Sukoharjo mendapatkan bantuan Sarana Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T). Bantuan terdiri dari 1 unit rice mill dengan kapasitas 10 ton per jam dan dana bantuan sebesar Rp 498 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan rumah dryer maupun bangunan rice mill unit di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari.

Keberadaan SP3T tersebut diharapkan dapat menyerap hasil panen padi. Hasil gabah kering panen dapat diproses menjadi gabah kering giling menggunakan dryer dan dapat dilanjutkan untuk diproses menjadi beras dengan penggilingan padi.

Baca Juga :  Info Terkini COVID-19 Sukoharjo, Jumlah Pasien Meninggal Gegara Corona Saat Ini Mencapai 224 Orang Total Terkonfirmasi Positif Terpapar Tembus 3.656

Proses modern menggunakan SP3T, menurut dia, mempermudah petani untuk segera memasarkan beras hasil penggilingan. Penjualan hasil panen padi oleh petani dalam bentuk beras diharapkan dapat memberikan nilai tambah. Sebab hasil yang didapat dipastikan lebih tinggi menjual beras dibandingkan hanya gabah kering panen saja. Dengan demikian, kesejahteraan petani juga bisa meningkat.

“Sektor pertanian modern terus dikembangkan di Sukoharjo dengan harapan tidak hanya hasil panen padi melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional. Namun juga memberikan dampak peningkatan kesejahteraan terhadap petani,” ujar dia, Minggu (28/4/2019).

Dia menuturkan, Gapoktan Tani Mandiri Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari juga mendapatkan bantuan percontohan model pengembangan pertanian korporasi berbasis mekanisasi. Terdiri dari pembangunan satu unit gudang alat pertanian modern. Selain itu ada sarana penunjang yang terdiri dari kios sarana produksi padi (saprodi), prasarana kantor, peralatan bengkel dan modal usaha senilai Rp 800 juta. Bantuan dilengkapi dengan satu unit excavator, dua unit traktor roda empat, dua unit rice transplanter.

Baca Juga :  Terus Naik, Pasien Meninggal Gegara COVID-19 di Sukoharjo Bertambah 5 Orang, Kasus Baru Tercatat Ada 66 Hingga Membuat Total Terkonfirmasi Positif Menjadi 3.722

Pihaknya sangat berharap model pengembangan pertanian korporasi berbasis mekanisasi dapat dikembangkan di Kabupaten Sukoharjo yang mengelola budidaya dari hulu sampai hilir. Mulai budidaya sampai penanganan pasca panen dan pemasaran hasil tersinergi dalam satu gapoktan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Aris Arianto