loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa membuka peluang partainya bergabung dengan koalisi pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Mahkamah Partai Amanat Nasional (PAN), Yasin Kara.

“Membuka diri, (PAN) partai paling rasional yang pernah ada,” ujar Yasin di Jalan Cikini Raya, Sabtu (27/4/2019).

Menurut dia, potensi PAN bertahan di Koalisi Adil Makmur yang mendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno juga tetap ada.

“Bisa bergabung bisa tetap di sebelah,” ungkapnya.

Presiden Jokowi bertemu Zulkifli Hasan di Istana Negara pada 24 April lalu. Pertemuan itu dilakukan seusai pelantikan Gubernur Maluku Murad Ismail.

Baca Juga :  Sadis, Paman Babat Leher Ponakan Hingga Putus di Gowa

Menurut Zulkifli Hasan, pertemuan itu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPR. Adapun Murad Ismail kebetulan adalah gubernur yang didukung oleh PAN.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno telah membantah ada kemungkinan partainya membuka peluang bergabung dengan koalisi Jokowi pasca-pemilihan presiden.

“Tak perlu berspekulasi lebih jauh terkait pertemuan itu. PAN tetap konsisten di koalisi Adil Makmur,” ujar dia lewat akun Twitter @eddy_soeparno kemarin.

Yasin mengakui bahwa pertemuan Zulkifli Hasan dan Jokowi belum ada apa-apa. Ia kemudian bercerita soal sosok Zulkifli Hasan yang memiliki perhatian tinggi terhadap kondisi bangsa yang lebih kondusif.

Baca Juga :  Tunjangan Pensiun ASN Diusulkan Naik 10 Kali Lipat Dari Rp 70 Juta

Dia menjelaskan Ketua Umum PAN itu tidak akan mengorbankan kondisi bangsa ini untuk suatu ukuran politik tertentu.

“Zulkifli itu utamakan bangsa,” tutur dia.

Menurut Yasin, koalisi dalam Pemilu itu ibarat ujian karakter dalam menentukan teman. Kalau mencari teman yang baik, kata Yasin harus jalan bersama dulu sekitar satu minggu.

“Kalau di situ lolos berarti ini teman yang baik, tapi kalau tidak lolos berarti teman tidak pas,” ujarnya.

Yasin mengatakan dalam koalisi Adil Makmur yang terdiri dari PAN, Partai Gerindra, Partai Berkarya, Partai Demokrat, dan PKS is sebut sedang saling menguji karakter. Menurut dia, ujian itu adalah dengan mengetes kecocokan selama pemilu 2019 berlangsung.

Baca Juga :  Bus Vs Bus di Tol Cipali, 7 Orang Tewas, Belasan Luka-luka

“Saling nilai, lebih cocok sini atau sana, yang pasti kecocokan itu dalam rangka membangun bangsa Indonesia ke depan,” kata dia.

Pertemuan Zulkifli Hasan dan Jokowi itu pun, kata Yasin, merupakan bagian dari menguji kecocokan dalam memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Ia menjelaskan bahwa prinsip PAN yakni terlaksananya pemerintahan dengan baik.

“Kalau itu yang kita pegang, maka itu tadi ujian-ujian selama perjalanan sebagai koalisi itu menjadi dasar berbagai partai untuk memutuskan mau ke mana,” kata dia.

www.tempo.co

Loading...