JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Haru, Perjuangan Siswi MTSN Gemolong Sragen Ikut UN Meski Berbalut Infus Akibat DB. Tiap Hari Diantar Ambulans, Sang Ibu Tak Henti Berdoa di Luar Ruangan 

Nisa, siswi MTSN 6 Sragen saat mengerjakan UN sambil diinfus dan dijaga perawat akibat terserang DB. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Nisa, siswi MTSN 6 Sragen saat mengerjakan UN sambil diinfus dan dijaga perawat akibat terserang DB. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bagi pelajar, ujian nasional (UN) ibarat penentu akhir dari perjuangan selama bertahun-tahun belajar.

Tak heran, momentum UN terkadang membuat semua siswa terobsesi mengerahkan segala daya untuk bisa sukses melewatinya.

Tak terkecuali Rofiah Khoirul Nisa (14), siswi kelas IX di MTS Negeri 6 Sragen. Meski didera penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan kondisinya tengah drop, siswi di MTSN yang berlokasi di Gemolong itu tetap berusaha berjuang mengerjakan UN meski harus berbalut selang infus.

Semangat besar Nisa tergambar ketika ia ngotot untuk ikut jadwal UN reguler yang sudah dimulai serentak secara nasional, mulai Senin (22/4/2019).

Nisa sakit sejak hari Jumat (19/4/2019) lalu dan harus diopname di RS Yakssi Gemolong. Siswi asal Dukuh Dempul RT 23, Kelurahan Ngembat Padas, Kecamatan Gemolong itu didiagnosa terkena DBD.

Baca Juga :  Waspada Kasus Demam Berdarah Terus Meningkat, Ini Fase Penyakit DBD yang Penting Diketahui

Dalam kondisi berjuang melawan sakitnya, siswi berhijab itu juga dilanda kegalauan akan agenda UN yang menjadi penentu studinya. Meski pihak sekolah sudah memberinya kesempatan bisa ikut UN susulan, namun ternyata Nisa memutuskan lain.

“Sebenarnya kondisinya masih agak drop sehingga oleh dokter memang harus opname. Tapi keinginan si anak ternyata sangat keras untuk ikut UN karena enggak mau ikut UN susulan. Meski sudah dilarang tapi malah ngambek. Karena khawatir ngambek yg berlebihan dan akan memperparah sakitnya, akhirnya ibunya hanya bisa pasrah dan merestui dengan doa. Pihak rumah sakit pun akhirnya mengambil kebijakan anak tersebut tetap ujian tetap diinfus dan didampingi perawat,” ujar Mur, salah satu tetangga Nisa, Rabu (24/4/2019).

Nisa ikut UN pada hari Rabu yang mengujikan Mapel Bahasa Inggris. Dengan didampingi perawat, Nisa diantar ambulan dari rumah sakit menuju ke sekolahnya. Di luar ruangan, ibunya, Ngatini (40) juga tak henti berdoa sembari sesekali menengok kondisi putri tercintanya yang mengerjakan soal.

Baca Juga :  KKN Kreatif di Masa Pandemi, Mahasiswi UNS asal Sragen Ini Gencarkan Sosialisasi, Baksos Hingga Pasang MMT Cegah Covid di Kampung Sendiri. Tokoh Masyarakat Pun Sampaikan Apresiasi

Menariknya, meski banyak yang merisaukan kondisinya, justru Nisa ternyata tetap tegar dan mampu mengerjakan soal UN hingga selesai.

Selesai ujian, Nisa langsung diboyong kembali ke RS untuk menjalani pengobatan.

“Mungkin besuk pagi hal ini masih tetap akan terulang untuk ujian IPA. Kami salut perjuangan adik Nisa ini. Semoga bisa segera sembuh,” tutur Mur.

Terpisah, Kepala MTSN 6 Sragen, Sunarto membenarkan jika siswinya bernama Nisa memang mengikuti UN meski dalam keadaan sakit.

“Sekarang dirawat di rumah sakit. Kondisinya sudah semakin membaik, selama 4 hari bisa mengikuti ujian, dari rumah sakit mengantar dan menjemput kembali ke rumah sakit dan ditemani perawatnya,” ujarnya Kamis (25/4/2019). Wardoyo