JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Bakal Surati Presiden Jokowi. Tindaklanjuti Masalah Pupuk dan Modernisasi Penggilingan Padi

Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan dalam kunjungan kerja silaturahmi dengan Gapoktan dan Perpadi di GOR Diponegoro Sragen, Rabu (3/4/2019). Foto/Wardoyo

IMG20190403104036
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan dalam kunjungan kerja silaturahmi dengan Gapoktan dan Perpadi di GOR Diponegoro Sragen, Rabu (3/4/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi terkait tindaklanjut wacana modernisasi peralatan di bidang penggilingan padi dan beras. Hal itu dilakukan sebagai tindaklanjut wacana yang disampaikan Jokowi saat kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Gapoktan, pengusaha beras dan penggilingan padi di Sragen dua hari lalu.

Hal itu dilakukan sebagai tindaklanjut wacana yang disampaikan Jokowi saat kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Gapoktan, pengusaha beras dan penggilingan padi di Sragen dua hari lalu.

“Kami akan mendorong bagaimana pengusaha penggilingan padi mulai masuk ke era modern. Termasuk salah satu bentuknya kami akan kirim surat ke Pak Presiden untuk tindaklanjuti hasil pertemuan hari ini,” papar Bupati kepada wartawan di GOR Diponegoro Sragen.

Baca Juga :  Astagfirullah, Sragen jadi Pemasok Anjing Santap Terbesar di Wilayah Solo Raya. Ternyata Ada Penampungan Anjing-Anjing, Sebulan Bisa 10.000 Ekor Anjing Dipasok ke Warung-warung Guguk se-Solo Raya

Bupati Yuni mengatakan jumlah pengusaha pupuk di Sragen ada 250-300an sedangkan pengusaha perberasan sekitar 350an dari skala kecil hingga besar.

Sebelumnya, Presiden Jokowi di hadapan ribuan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah di GOR Diponegoro, Sragen, Rabu (3/4/2019) sempat meminta pada Perpadi agar membeli alat dryer untuk mengeringkan padi. Selain itu, Perpadi diminta agar membeli alat-alat packaging agar produk beras petani punya harga jual tinggi.

“Ini sudah zaman modern. Sejak saya kecil petani jemur gabah di pinggir jalan. Penggilingan padi harus punya punya alat dryer (pengering) agar hasilnya bagus,” papar Jokowi.

Jokowi menngatakan kini produksi pangan Indonesia kalah dengan negara seperti Vitnam,Thailand, dan Singapura. Sehingga jangan sampai terlampaui oleh Laos dan Kamboja.

Baca Juga :  38 Warga Sragen Positif Terpapar dan 1 Meninggal Dunia Hari Ini. Jumlah Kasus Meroket Jadi 4.052, Sembuh 3.499, Meninggal Dunia 240 Orang

Jokowi memberikan solusi kepada petani agar membeli mesin pengering padi dan jagung, untuk memperbaiki kualitas.

“Belum ada dana untuk membelinya ya, cari pinjaman di bank dong. Kasih nama apa gitu produk berasnya setelah di packaging agar terkenal,” lanjutnya.

Jokowi dalam kunjungan kerja tersebut juga menyerap aspirasi ribuan petani, penjual pupuk, dan pemilik penggilingan padi. Aspirasi tersebut bakal disampaikan pada kementerian terkait. Bahkan Jokowi akan mengundang Gapoktan, Perpadi dan juga Bulog untuk membicarakan permasalahan pertanian. “Besok setelah 17 April kita kumpul diIstana untuk membahas ini. Agar hasil pertanian lebih baik,” ujarnya. Wardoyo