loading...
Loading...

SOLO, Joglosemarnews.com – Untuk mengembalikan budaya bertutur di Kota Solo, Dongeng Keliling Project (Doing Project) menggelar Purana Festival, dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat di dalamnya.

Ketua Pelaksana Purana Festival, Khoirul menjelaskan, acara yang mengusung tema Bertoleransi dalam Imajinasi itu mengkolaborasikan kearifan lokal, nilai budi pekerti serta menumbuhkan pentingnya budaya literasi di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini dikemas dalam sebuah pagelaran dongeng. Dan ini menjadi pagelaran dongeng pertama kali di Kota Solo,” jelasnya, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Dijelaskan Khoirul, Pagelaran Dongeng tersebut dirangkai dengan beberapa kegiatan sebelumnya. Pertama, acara Kreta Purana Goes to School.

“Kreta singkatan dari Kreasi dan Bercerita. Ini merupakan acara pembuka yang telah diselenggarakan Jumat, 29 Maret 2019 lalu di SD Negeri Gulon Jebres Solo,” lanjut Khoirul.

Baca Juga :  5 Anggota Dewan Ambalan SMK IT Smart Informatika SOLOPEDULI Ikut Suksekan Kemah Wilayah VII JSIT

Selanjutnya adalah Workshop Sinau Dongeng yang akan dilaksanakan Sabtu (13/4/2019) di Waroeng TOP Inspirasi Sumber Solo, yang akan diisi oleh Rona Mentari, pendiri dari Rumah Dongeng Mentari.

Dan sebagai puncak acaranya, demikian Khoirul, akan dihelat Pagelaran Dongeng Solo di Taman Cerdas Soekarno Hatta, Jebres, Solo, Sabtu (20/4/2019).

Pagelaran Dongeng tersebut akan dimeriahkan oleh Ariyo Zidni (Kak Aio), seorang International Storyteller. Para peserta juga akan dihibur oleh suguhan Musical Storyteller, yakni Kanya Cittasara (Kanyasaurus) dan Achmad Zakaria Dharmawan (Kak Anggi).

Baca Juga :  Warga Pajang Solo Ditangkap Densus 88 Saat Menuju Masjid untuk Salat Subuh 

“Dalam kegitan ini, kami juga menggandeng berbagai komunitas dongeng, seperti Komunitas Dongeng Kinciria dan Rumah Dongeng Mentari,” beber Khoirul.

Acara tersebut sengaja digelar di Taman Cerdas Soekarno Hatta Jebres Solo, karena lokasinya yang banyak anak-anak, mahasiswa dan orang tua yang bermain, wifian atau sekedar nongkrong.

“Sehingga kita bisa mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk bergabung dalam acara ini. Sesuai dengan Namanya Purana Festival, di sini kita bisa belajar bersama sambil bermain lewat cerita-cerita bahagia”, ujarnya.

Khoirul berharap, melalui kegiatan tersebut ke depan dapat meningkatkan budaya bertutur dan bercerita di kalangan masyarakat.

“Pertama kali kita mulai dari  Kota Solo,” tambahnya. suhamdani

Loading...