loading...
Loading...
pistol
Ilustrasi/teras.id

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Tak mau dipermalukan dengan tangan terborgol,  mantan Presiden Peru, Alan Garcia (70) akhirnya pilih menembak kepalanya sendiri hingga tewas.

Dia nekat bunuh diri persis saat dijemput aparat kepolisian atas tuduhan korupsi. Alan, akhirnya diketahui sempat menulis surat sebelum mengakhiri hidupnya.

Salah satu putri Garcia membacakan catatan terakhir ayahnya di kantor pusat Partai Aliansi Revolusionari Amerika Populer atau APRA.

Alan Garcia sendiri terpilih dua kali menjadi Presiden Peru lewat partai tersebut.

“Saya tidak mau dipermalukan. Saya telah melihat orang lain diarak dengan borgol, menjalani kehidupan yang menyedihkan, namun seorang Alan Garcia tidak harus mengalami penderitaan akibat ketidakadilan ini. Untuk alasan ini, saya meninggalkan anak-anak saya dengan martabat dan harga diri saya. Untuk musuh-musuh saya, mayat saya adalah tanda penghinaan mereka pada saya,” seperti dibacakan Luciana Garcia.

Baca Juga :  Kawin Lari dengan Sepupunya, Perempuan Ini Dipukuli di Depan Umum

Reuters pada Sabtu, 20 April 2019, belum bisa secara independ memverifikasi keaslian surat itu, termasuk kapan persisnya surat itu dibuat.

Namun Luciana Garcia meyakinkan, catatan itu ditinggalkan ayahnya sebelum dia bunuh diri.

Surat Garcia itu menggaris bawahi soal keretakan politik yang dalam yang terus mengganggu penyelidikan di Odebrecht, sebuah perusahaan bidang konstruksi asal Brazil.

Baca Juga :  Sudah 40 Ekor Kambing Didaftar untuk Cegah Kebakaran Hutan di Portugal

Garcia diserang tuduhan korupsi senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 182 miliar dan tudingan adanya sejumlah kontrak kerja yang diterbitkan pemerintah menguntungkan sejumlah pihak.

Jaksa penuntut yang menyelidiki kasus ini mengatakan telah mengantungi cukup bukti untuk menahan Garcia, dimana saat bersamaan mereka akan mempersiapkan dakwaan terhadapnya. Hingga akhir hidupnya, Garcia berkeras tidak bersalah dan menyebut hal ini penuh muatan politik.

Baca Juga :  Bom di Pernikahan Tewaskan 63 Orang dan Lukai 182 Lainnya

“Pada saat ini, rumor dan kebencian telah menguasai sebagian besar orang. Saya telah melihat bagaimana prosedur ini semua digunakan untuk mempermalukan dan bukan untuk mencari kebenaran,” tulis Garcia dalam suratnya yang dibaca oleh ribuan teman dan sekutu-sekutunya.

Presiden Peru Martin Vizcarra telah menawarkan kepada keluarga almarhum upacara penghormatan pemakaman Garcia. Seremoni semacam ini adalah hal yang umum bagi mantan presiden Peru, namun tawaran Vizcarra itu ditolak oleh keluarga Garcia.

Sebaliknya mereka memiilh acara pemakaman pribadi yang dihadiri oleh teman dan sekutu-sekutu politik Garcia.

www.tempo.co

Iklan
Loading...