loading...
Kondisi terkini kedua bocah kakak beradik asal Plumbungan, Karangmalang yang masih kritis di RSUD Dr Moewardi Solo. Foto/KWS

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus kecelakaan maut yang menimpa keluarga Agung Prasojo (47)-Juliana (37) warga Plumbungan Indah RT 27/8, Karangmalang, Sragen Rabu (27/3/2019) membuat Pemkab Sragen langsung tergerak.

Bupati akhirnya menerbitkan surat edaran penggalangan dana untuk membantu pembiayaan perawatan dan operasi bagi Yeremia Desta Krestiaji (11) dan Yukebeth Agustin Putri Yuliani (4), yang kini masih kritis di RSUD Dr Mowardi Solo.

Keduanya kini menjadi yatim piatu dan berjuang untuk bertahan setelah kedua orangtuanya beserta calon bayi,  meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Besarnya biaya operasi untuk kedua bocah malang itu yang dikabarkan mencapai hampir Rp 200 juta, menjadi alasan Pemkab untuk berinisiatif menggerakkan penggalangan dana.

Namun ada faktor lain yang mendorong Pemkab tergerak melakukan penggalangan dana. Kondisi ekonomi almarhum Agung-Juliyana yang tergolong tak mampu, adalah alasan lain yang menguatkan gerakan donasi itu.

Baca Juga :  Usai Jemput Pasien Positif Covid-19, Petugas Medis di Sragen Malah Diberondong Teror dan Ancaman. Bikin Para Petugas Resah dan Ketakutan

“Iya, dari hasil pengecekan, ternyata korban itu termasuk keluarga tidak mampu. Mereka hanya ngontrak di Perumahan Plumbungan itu. Itu bukan rumah sendiri,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto kepada wartawan Selasa (2/4/2019).

Ekonomi keluarga korban yang pas-pasan membuat mereka hanya mampu menyewa rumah di Perum Plumbungan, Indah.

Atas dasar itulah, Sekda menyampaikan Pemkab akhirnya berinisiatif menggalang donasi untuk membantu upaya medis guna penyelamatan Desta dan Agustin.

“Jadi bukan karena hal apa-apa. Ini murni alasan kemanusiaan. Demi menyelamatkan harapan kedua bocah yang kini sudah yatim piatu. Mudah-mudahan berkat doa dan kepedulian semua, ada kesembuhan untuk mereka,” tukas Tatag.

Surat edaran bupati untuk penggalangan dana save Desta dan Agustin itu diteken Senin (1/4/2019). Surat itu bernomor 460/143/001/2019 ditujukan kepada pimpinan Satker, hingga Camat.

Surat ditandatangani atas nama Bupati Sragen dengan nama tertera Sekda.

Baca Juga :  Terungkap, Peneror Petugas Medis di Sragen Yang Jemput Pasien Positif Covid-19, Mengatasnamakan Kelompok Salah Satu Klaster

Surat edaran itu berintikan bahwa dalam rangka menggalang solidaritas masyarakat Sragen khususnya di lingkungan PNS, maka perlu disampaikan telah terjadi kecelakaan pada 27 Maret 2019 yang melibatkan keluarga Agung Prasojo dan Juliana warga Plumbungan RT 27/8, Karangmalang.

Kecelakaan mengakibatkan meninggalnya suami istri dan dua anaknya saat ini dalam kondisi kritis.

Dalam edaran itu disebutkan Yeremia Desta Krestiaji (11), mengalami retak pada bagian tengkorak serta pembengkakan kepala akibat pembekuan darah.

Kemudian Yukebeth Agustin Putri Yuliani (4) mengalami penggumpalan darah di kepala dan kedua paha serta tulang kering patah.

Diperlukan tindakan emergency membutuhkan biaya tinggi mengundang saudara menggalang dana di lingkungan Satker masing-masing paling lambat Selasa (2/4/2019).

Apabila memerlukan konfirmasi lebih lanjut bisa menguhubungi Kasubag Tata Pemerintahan dan Penataan Wilayah Bag Pemerintahan atas nama Wawan Indrawan di pesawat 163 atau 085224000070. Wardoyo