loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Semakin mendekati hari H pemilihan presiden 17 April 2019, ternyata  terjadi peningkatan kuantitas berita-berita hoaks.

Peningkatan jumlah hoaks menjelang Pilpres tersebut tak lepas dari sorotan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Menurut catatan Kemenkominfo, pada bulan Maret 2019 ini saja, terdapat 453 hoaks yang berhasil diidentifikasi oleh tim dan mesin AIS.

Di antara jumlah berita hoaks tersebut, 130 di antaranya memuat isu politik.

“Kami menangani hoax. Hoaks paling banyak berkaitan dengan politik, dengan Pemilu,” kata Menkominfo Rudiantara kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Baca Juga :  Tito Karnavian: Pilkada 2020 Bisa Tekan Covid-19, KPU Enggan Komentar

Hoaks temuan Kominfo antara lain berupa kabar bohong tentang calon presiden, partai politik maupun lembaga penyelenggara pemilu.

Selain isu politik, hoaks tersebut bermuatan kebohongan tentang pemerintah, kesehatan, agama, pendidikan maupun fitnah terhadap individu.

Menurut Kominfo, temuan hoaks terus meningkat menjelang 17 April. Pada Desember 2018, Kominfo mengidentifikasi 75 konten. Jumlahnya naik menjadi 175 konten hoax pada Januari.

Peningkatan drastis terjadi pada Februari, angka hoaks yang diidentifikasi Kominfo naik tajam menjadi 353 konten.

Baca Juga :  Indonesia Dapat Pinjaman Rp 3,6 T dari Bank Dunia untuk Tangani Covid-19

Rudiantara mengingatkan publik untuk berhati-hati terhadap hoax karena menjelang Pemilu seperti ini, hoaks menyerang semua pihak.

“Hoax adalah musuh kita bersama,” kata dia.

Kominfo mencatat sejak Agustus 2018, total hoaks yang mereka identifikasi sebanyak 1.224, 311 di antaranya berupa hoaks politik.

Kementerian Kominfo meminta warganet yang mendapatkan informasi mencurigakan untuk menyampaikan ke kanal pengaduan konten melalui [email protected] atau melalui akun Twitter @aduankonten.

www.tempo.co