JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Ngasak Rumah Kosong, Pencuri Muda Ini Akhirnya Tak Berkutik Diringkus Polisi 

Ilustrasi pencurian motor
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi pencurian motor

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM Jajaran Polres Purbalingga kembali berhasil mengungkap kasus kejahatan pencurian dengan pemberatan yang meresahkan masyarakat.

Wakapolres Purbalingga Kompol Sigit Martanto dalam konferensi pers di Polres Purbalingga, Kamis (11/4/2019) menyampaikan bahwa jajaran Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Kemangkon dan Bukateja.

Disampaikan Wakapolres, kasus yang berhasil diungkap yaitu pencurian di rumah Erlinawati (40) warga Desa Pegandekan, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Pelakunya adalah MN (21) warga Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga.

Baca Juga :  Upacara HUT ke-74 Bhayangkara Digelar Virtual, Kapolda Jateng Tegaskan Penanganan Covid-19

“Pencurian terjadi pada tanggal 8 Maret 2019, setelah satu bulan akhirnya pelaku berhasil diamankan saat melintas di jalan raya Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, Senin sore (8/4/2019),” jelas Wakapolres dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Modus yang dilakukan MN yaitu dengan mencari rumah sebagai sasaran pencurian secara acak. Saat ada rumah yang tidak terkunci, pelaku masuk ke dalam dan mengambil sejumlah barang berharga milik korbannya.

Dari aksinya di rumah Erlinawati, pelaku berhasil mengambil tiga unit telepon genggam dan uang tunai Rp 1.400.000,-.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Angka Kehamilan di Kabupaten Semarang Melonjak

“Uang hasil mencuri digunakan untuk membeli berbagai barang seperti pakaian, sepatu dan sisanya untuk berfoya-foya, bersama teman-temannya,” ujar Wakapolres.

Pelaku mengaku sudah beraksi di empat TKP berbeda. Masing-masing di Penican dengan hasil tiga unit telepon genggam, bengkel di Desa Pegandekan dengan hasil dua pelek sepeda motor.

TKP lain, yakni sebuah rumah warga di Desa Bukateja dengan hasil satu telepon genggam, dan rumah di Desa Kedungbenda dengan hasil satu telepon genggam. Wardoyo