loading...
Loading...
Kondisi jembatan di Miri Sragen yang ambrol Sabtu (13/4/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Jembatan yang menghubungkan Dukuh Sumberejo dengan Dukuh Gondang Legi Desa Gilirejobaru Kecamatan Miri, Sragen, kemarin sore ambrol.

Ribuan jiwa warga dusun tersebut terisolir akibat ambrolnya jembatan tersebut, selain itu akan berdampak pada distribusi logistik pemilu.

Jembatan yang menjadi penghubung Dukuh Sumberejo dengan Dukuh Gondang Legi Desa Gilirejobaru Kecamatan Miri, Sragen, ambrol Sabtu (13/4/2019). Diduga jembatan ambrol lantaran jembatan sudah lama dan sering diterjang air.

Jembatan yang memiliki Panjang  8 meter, Lebar 4 meter dengan ketinggian 6 meter sudah tidak dapat dilintasi. Ribuan jiwa dari dua dukuh yang berada di Wilayah Waduk Kedung Ombo Sragen itu  terisolir.

Bahkan ambrolnya jembatan tersebut akan mengganggu distribusi logistik pemilu mendatang. Kades Gilirejobaru Hartono dikonfirmasi RRI mengatakan jembatan ambrol sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga :  Tragis, Nenek 75 Tahun di Sidoharjo Sragen Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Sawah. Korban Ditemukan Tergetak Tak Bernyawa di Dekat Pematang

Menurutnya Sabtu (13/4/3019) pagi ada warga yang melintas jembatan tersebut merasakan ada guncangan. Pada siang harinya kendaraan truk melintas dengan mengangkat jagung sekitar 7 ton juga masih aman.

Namun pada saat sore hari jembatan berusia puluhan tahun itu roboh dengan sendirinya. Untung saja menurut Hartono tidak ada warga yang melintas, sehingga tidak jatuh korban.

Menurutnya selama ini jalan tersebut menjadi jalan utama bagi warga yang berada di dua Dusun tersebut. Termasuk anak-anak yang sekolah di SDN Gilirejo 4 dan SMP Negeri 3 yang merupakan sekolah satu atap di wilayah Gilirejobaru.

Baca Juga :  Miris, Digelontor Modal Trilyunan, Produksi Gula Nasional 10 Tahun Terakhir Terus Menurun. Komisi VI Ungkap Defisit Gula Konsumsi Masih 600.000 Ton

“Itu putus total, jangankan motor semut saja tidak mungkin bisa. Untung saja tidak ada korban dalam bencana ini,” tandasnya.

Hartono berharap pemerintah dapat segera memperbaiki akses Vital untuk masyarakat Gilirejobaru, karena untuk membuat jembatan darurat tidak memungkinkan.

Selain jurang cukup curam, kanan kiri merupakan bagian dari perairan waduk Kedung Ombo.

Sementara itu Kadus Juyanto mengatakan dengan terputusnya jembatan penghubung antar dua dusun tersebut, warga yang ingin keluar berpergian harus memutar melalui jalur lain, yang lebih jauh.

Belum lagi jalan alternatif itu kondisinya rusak parah serta harus melintasi hutan. Wardoyo

 

Loading...