loading...

 

Konferensi pers penangkapan bandar besar dan pengepul togel di Temanggung. Foto/Humas Polda

TEMANGGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung berhasil ringkus sembilan pelaku sindikat jual beli judi jenis togel di wilayah Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, Senin (01/04/2019).

Sembilan pelaku tersebut yakni, EN (32) warga Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, M (56) warga Desa Gandulan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, SD (54) warga Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

Lantas MH (63) warga Desa Gentan Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung, SF (35) warga Desa Kemloko Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung, SS (27) warga Desa Kemiri Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, EP (47) warga Kelurahan Sidorejo Temanggung, SJ (59) dan ST (38) warga Desa Gandulan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

Baca Juga :  Asyik Rebus Kacang, Mendadak Api Berkobar Hebat dan Rumah Sodirin Malah Ludes Terbakar

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi kepada awak media menerangkan, pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 sekitar pukul 21.00 WIB petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di wilayah Kecamatan Kaloran terdapat seseorang yang menjual judi togel dirumah MU warga Desa Gandulan Kaloran Temanggung.

Dari informasi tersebut setelah dilakukan penyelidikan memang benar adanya Perjudian jenis Togel Hongkong selanjutnya tersangka beserta barang bukti berhasil diamankan.

“Kesembilan pelaku tersebut memiliki peran masing-masing yaitu EN bertindak sebagai bandar utama dalam perjudian togel ini. Sementara SF, SS dan EP sebagai pengepul. Sedangkan M, SD, MH sebagai penjual, ST dan SJ sebagai pembeli. Terbongkarnya sindikat jjudi togel ini berkat informasi dari masyarakat bahwa di wilayah Kaloran telah terjadi jual beli togel jenis Hongkong,” terangnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Banyak Warga Mengeluh Tak Bisa Imunisasi, Gubernur Ganjar Minta Layanan Imunisasi Puskesmas Harus Tetap Buka!

Menurut keterangan EN selaku bandar utama, ia mengaku baru beroperasi selama satu bulan dan mendapatkan omzet dalam sehari bisa mencapai Rp 10 juta kotor. Nomor togel tersebut didapatkan dari dari salah satu website judi di internet.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan Pasal 303 (Bis) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” imbuh Kasat Reskrim. Wardoyo