loading...
Humas UNS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Agenda Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ke-43 kembali berlanjut dengan digelarnya Sirkuit Bulutangkis dosen dan karyawan antar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di GOR UNS, Minggu (31/3/2019). Pada tahun ini, Sirkuit Bulutangkis UNS 2019 mengangkat tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Inovasi Menuju Otonom Perguruan Tinggi”.

Selaku penyelenggara acara, Sapto Kunta menuturkan bahwa tema tersebut diangkat sebab selaras dengan semangat UNS dalam Dies Natalis ke-43 yang akan memasuki masa transisi menuju perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH).

Baca Juga :  UNS Jadi Tuan Rumah Bimtek Tenaga Ahli Muda K3 Konstruksi

Dalam perhelatan Sirkuit Bulutangkis dosen dan karyawan antar PTN se-Jateng DIY tahun ini diikuti oleh 10 perguruan tinggi. Perguruan tinggi tersebut antara lain UNS, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Tidar (Untidar), UPN Veteran, Institur Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, serta Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin). Meski disediakan tiga trofi juara, tujuan utama dari turnamen ini hanya sebagai sarana silaturahmi antardosen dan karyawan dari masing-masing PTN yang menjadi peserta.

Loading...
Baca Juga :  Gelar Diskusi Soal Polemik UU KPK, BEM Uniba Dorong Uji Materi MK

“Kalau disini memang tidak ada hadiah sebab pada prinsipnya kami berkumpul disini memang untuk saling bersilaturahmi, saling memberikan informasi, serta berdiskusi mengenai pengembangan keilmuan di tingkat perguruan tinggi,” ujar Sapto Kunta.

Baca Juga :  UNS Jalin Kerjasama dengan PT Ndayu Park Bitec

Dari 10 PTN tersebut, masing-masing perguruan tinggi diwajibkan mengirimkan satu kontingen yang terdiri dari 10 pemain putera, baik dosen maupun karyawan. Dan untuk game yang dimainkan pada turnamen ini hanya untuk ganda putera saja. Namun, tidak menutup kemungkinan pada perhelatan ditahun selanjutnya, dosen atau karyawan perempuan bisa terlibat menjadi peserta. Triawati PP

Loading...