loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com –  Klaim menang yang digaungkan oleh Capres Prabowo diakibatkan data yang tidak proporsional dengan KPU.

Hal itu diungkapkan  oleh  Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo. Ia  menemukan bahwa data perolehan suara pasangan caprea  Prabowo  yang unggul 62 persen di aplikasi Ayo Jaga TPS tidak proporsional.

Karyono mengatakan, hal itu terjadi lantaran proporsi data tempat pemungutan suara (TPS) yang dipublikasi pada data excel Ayo Jaga TPS berselisih dengan proporsi data TPS yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Data yang ada ditampilkan kubu Prabowo-Sandi, yang diklaim 62 persen itu datanya tidak proporsional. Sehingga data tersebut itu bias. Pasti bias,” kata Karyono dalam diskusi di Jakarta Pusat, Kamis (25/2019).

Baca Juga :  Densus 88 Ringkus Terduga Teroris, Sita Buku dan Busur Anak Panah

Dari hasil audit data Ayo Jaga TPS yang dibandingkan dengan KPU, Karyono menemukan bahwa ada selisih proporsi data TPS jika diurai per provinsi.

Misalnya di Provinsi DKI Jakarta, data proporsi TPS oleh KPU adalah 3,6 persen. Tapi, proporsi data Ayo Jaga TPS sebesar 13,7 persen.

“Harusnya data yang masuk harus proporsional sesuai data KPU, sehingga valid. Karena tidak proporsional, hasilnya bias,” ujarnya.

Proporsi data lainnya yang jomplang adalah Jawa Barat. Proporsi data masuk di Ayo Jaga TPS dengan KPU berselisih 12,3 persen. Pada data masuk di Ayo Jaga TPS, proporsi TPS 29,4 persen, sedangkan data KPU sebesar 17,1 persen.

Baca Juga :  Yasonna Akui Putranya Belum Terima Panggilan Resmi dari KPK

Untuk daerah lain yang gemuk populasinya, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, selisih proporsi data yang masuk pun jomplang.

Data yang diaudit Karyono menunjukkan, proporsi data TPS di Jawa Timur yang masuk pada Ayo Jaga TPS sebesar 6,1 persen.

Sedangkan data TPS KPU adalah 16,1 persen. Kemudian di Jawa Tengah, proporsi data TPS pada Ayo Jaga TPS sebesar 5 persen, sedangkan KPU sebesar 14,3 persen.

Menurut Karyono, perbedaan tersebut sebetulnya bisa ditolerir jika proporsi data masuk Ayo Jaga TPS hanya selisih 0,1-0,2 dari proporsi data TPS KPU.

Karyono menuturkan, biasnya data semestinya tidak akan terjadi bila pengambilan sampel yang berbasis C1 dilakukan secara proporsional.

www.tempo.co

Loading...