Peringati Dies Natalis, SMK Mandala Bhakti Jadi Sekolah Pelopor Pendidikan Karakter Ketarunaan di Surakarta

366

SOLO (JOGLOSEMARNEWS.COM)-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta punya prestasi tersediri dalam menjalankan program belajar mengajar di sekolah tersebut. Sekolah ini menjadi pelopor pendidikan karakter ketarunaan di Surakarta.

Pasalnya, baru SMK Kesehatan Mandala Bhakti inilah yang memiliki program pendidikan yang khusus membentuk karakter siswa melalui pelajaran ketarunaan. Sekolah ini menjadi satu-satunya SMK dan mungkin juga SMA yang memiliki kurikulum pembangunan karakter siswa melalui pengajaran ketarunaan.

“Para siswa selama setahun digembleng tentang pendidikan karakter. Mereka mendapatkan gemblengan fisik, karakter serta kepribadian. Kalau sekolah lain mungkin sifatnya hanya temporer saat awal masuk sekolah. Tapi di sini pembangunan karakter lewat ketarunaan itu dilakukan selama setahun penuh,” papar Ifwa Mas’udah, Kepala Sekolah SMK Mandala Bhakti Surakarta kepada wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Ifwa menyampaikan hal itu dalam rangka peringatan Dies Natalis sekolah tersebut yang digelar Minggu (28/4/2019). Sejumlah kegiatan digelar untuk memperingati Dies Natalis, di antaranya pelantikan pendidikan karakter ketarunaan, pentas musik, pembagian susu segar untuk masyarakat, donor darah dan pelatihan jurnalistik untuk tingkat SMP.

Ditambahkan Ifwa, materi ketarunaan diberikan kepada para siswa Kelas X. “Poin-poin yang diajarkan adalah membangun fisik, membangun mental siswa, tentang kejujuran, kedisiplinan. Tentang karakter yang baik. Alhamdulillah outputnya sangat positif. Lulusan SMK Mandala Bhakti jadi percaya diri, dinilai disiplin dan jujur dalam bekerja,” tambah Ifwa.

Kepala Sekolah dan jajaran guru saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (27/4/2019). Foto : JSNEWS

Pendidikan karakter yang dimasukkan dalam bentuk kurikulum ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Dalam mendidik ketarunaan kepada siswa, pihak sekolah melibatkan pendidik dari internal maupun eksternal.

“Untuk pendidik selain dari para guru sendiri, juga melibatkan dari luar yakni TNI, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), pemadam kebakaran hingga wirausahawan,” tambah Dwi Heri Saputra, Wakil Kepala Sekolah.

Alasan melibatkan wirausahawan dalam pendidikan karakter ini karena pihak sekolah juga mengajari siswanya bisa mandiri jika nantinya lulus dari sekolahan. “Siswa pernah diajari cara membuat parfum, coklat jahe, minuman kemasan kunyit asem, minuman rosela. Diajari juga soal praktek pijaat bayi, food spa dan lainnya. Nantinya diharapkan mereka punya bekal bisa mandiri,” ungkap Ifwa.

SMK Mandala Bhakti yang berdiri tahun 2014 lalu itu saat ini memiliki dua program studi yakni Farmasi dan Keperawatan. Jumlah siswa mencapai 386 siswa dengan 30 guru. (Syahirul)