JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Perjuangan Ekstrim Pengiriman Logistik Pemilu ke Desa Semut. Petugas Harus Lewati Hutan, Sungai dan Arus Deras 

Foto/Humas Polda

WhatsApp Image 2019 04 16 at 11.14.05 1
Foto/Humas Polda

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Petugas Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota TNI-Polri serta linmas Kabupaten Pekalongan, harus bersusah payah mendistribusikan logistik Pemilu 2019 ke Dukuh Simonet, Desa Semut Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/4/2019) pagi tadi pukul 08.00 WIB.

Petugas PPK Kecamatan Wonokerto dengan dikawal Polisi dan TNI harus mengantarkan logistik menggunakan perahu kemudian jalan kaki menyusuri hutan bakau dengan arus anak sungai laut yang cukup deras.

Dan selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hutan bakau.

Baca Juga :  Innalillahi, Ditinggal Anak-anaknya di Jakarta, Sutinah Ditemukan Tewas Membusuk di Rumahnya Sendiri. Ini Hasil Analisa Polisi!

Perjalanan ke dusun terpencil di Kabupaten Pekalongan tersebut setidak-tidaknya harus menempuh jarak kurang lebih 7 kilometer dan memakan waktu sekitar 30 menit.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengatakan bahwa tidak semua desa di Kabupaten Pekalongan bisa diakses dengan kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Di Dukuh Simonet, Desa Semut Kecamatan Wonokerto, ini misalnya petugas harus mengantarkan logistik Pemilu 2019 menggunakan perahu,” paparnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Dia menjelaskan, untuk menjangkau dusun tersebut harus ditembus dengan perahu dan jalan kaki yang cukup lama. Sebab, seluruh akses ke lokasi terputus akibat abrasi dan terendam rob.

Baca Juga :  Geger Temuan Jasad Dua Bayi Diduga Kembar Tersangkut di Pintu Air Madukoro Semarang. Terbungkus Kain Dalam Tas Belanja Minimarket, Sempat Dikira Jeroan Ikan

“Akses termudah untuk menuju Dusun Simonet yakni dengan menggunakan perahu ditambah dengan jalan kaki masuk hutan bakau serta menyusur pinggir laut,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres Pekalongan mengatakan, pendistribusian logistik Pemilu 2019 ini melibatkan sejumlah pihak di antaranya petugas linmas, Panwaslu, anggota TNI dan Polri. Hal itu di maksudkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan,” katanya. Wardoyo